memanfaatkan kesempatan itu untuk melepaskan ternak itiknya ke
hamparan sawah yang sudah selesai dipanen pada pagi hari dan
petani ini dengan tekun mengembalakan ternak itiknya hingga sore
hari baru membawanya kembali pulang kekandang. Demikianlah
petani ini menekuni pekerjaannya sebagai pengembala ternak itik
dari hari ke hari. Suatu sore ketika dia pulang berserta semua
ternak itik miliknya, sesuatu yang tidak biasa terjadi. Itik-itik tidak
langsung masuk kandang dan setiap ia menghalau agar itik-itik itu
masuk kandang, Itik-itik itu tidak mau masuk malah pergi
berhamburan. Sang petani menjadi bingung kenapa itik-itik ini,
biasanya tidak pernah seperti itu. Jika sore hari sudah pulang itik itik itu langsung masuk kandang.
dipintu kandang itu dia melihat ada dua ekor kucing sedang berdiri.
“Pantaslah itik-itik itu tidak mau masuk kandang,” pikir sang petani.
Petani itu pun mengusir kucing tersebut. Setelah itu petani itupun
kemudian menghalau itik-itik itu dan masuk kadang. Dalam
menjalankan penginjilan sering kali kita menghadapi tantangan,
bisa saja seperti yang dialami petani itu terjadi di dalam gereja. Ada
orang yang sungguh-sungguh ingin mengarahkan jiwa-jiwa untuk
masuk kandang kebenaran tetapi ada musuh yang menghalangi
bahkan menutup pintu bagi jiwa-jiwa yang mau datang kepada
Yesus.
dahulu baik pada zaman Yesus, zaman rasul-rasul hingga saat ini.
Kita tidak boleh menyerah dengan keadaan ini. Kita harus terus
maju.
Pekerjaan pelayanan perorangan
adalah ujung tombak penginjilan
yang akan menuntun orang
beriman kepada Yesus untuk
memperoleh keselamatan
kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah
Tuhan.Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam
kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!” (Roma 12:11-12).