Jumat, 31 Maret 2023

2. APAKAH ANDA JADI PENGHALANG

Seorang petani setelah masa panen padi telah selesai, ia
memanfaatkan kesempatan itu untuk melepaskan ternak itiknya ke
hamparan sawah yang sudah selesai dipanen pada pagi hari dan
petani ini dengan tekun mengembalakan ternak itiknya hingga sore
hari baru membawanya kembali pulang kekandang. Demikianlah
petani ini menekuni pekerjaannya sebagai pengembala ternak itik
dari hari ke hari. Suatu sore ketika dia pulang berserta semua
ternak itik miliknya, sesuatu yang tidak biasa terjadi. Itik-itik tidak
langsung masuk kandang dan setiap ia menghalau agar itik-itik itu
masuk kandang, Itik-itik itu tidak mau masuk malah pergi
berhamburan. Sang petani menjadi bingung kenapa itik-itik ini,
biasanya tidak pernah seperti itu. Jika sore hari sudah pulang itik itik itu langsung masuk kandang.


Kemudian sang petani mendekati kandang, ternyata
dipintu kandang itu dia melihat ada dua ekor kucing sedang berdiri.
“Pantaslah itik-itik itu tidak mau masuk kandang,” pikir sang petani.

Petani itu pun mengusir kucing tersebut. Setelah itu petani itupun
kemudian menghalau itik-itik itu dan masuk kadang. Dalam
menjalankan penginjilan sering kali kita menghadapi tantangan,
bisa saja seperti yang dialami petani itu terjadi di dalam gereja. Ada
orang yang sungguh-sungguh ingin mengarahkan jiwa-jiwa untuk
masuk kandang kebenaran tetapi ada musuh yang menghalangi
bahkan menutup pintu bagi jiwa-jiwa yang mau datang kepada
Yesus.


Kelompok-kelompok penghalang ini sudah ada sejak
dahulu baik pada zaman Yesus, zaman rasul-rasul hingga saat ini.
Kita tidak boleh menyerah dengan keadaan ini. Kita harus terus
maju.

Pekerjaan pelayanan perorangan
adalah ujung tombak penginjilan
yang akan menuntun orang
beriman kepada Yesus untuk
memperoleh keselamatan


Firman Tuhan berkata, “Janganlah hendaknya kerajinanmu
kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah
Tuhan.Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam
kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!” (Roma 12:11-12).


Kamis, 30 Maret 2023

1. Bergandengan Tangan

Seorang anak kecil yang biasa bermain dihalaman rumah,
kemudian hilang hingga sore belum kembali. Orangtuanya
kebingungan, cemas dan menanyakan kepada tetangga-tetangga
dan kepada setiap orang yang bertemu dengan mereka tetapi tidak
mengetahui dan menemukan anak itu. Segera kentongan dan beduk
dibunyikan untuk mengumpulkan orang-orang kampung. Lalu
mereka bersepakat, “Mari, kita cari beramai-ramai seru mereka.”


Hampir satu jam mereka mencari tetapi tidak menemukan
anak itu, mereka mulai terpencar ke segala penjuru ladang,
pekarangan dan rumah-rumah penduduk sambil berseru
memangil-manggil nama anak itu. Mereka berkumpul kembali
tanpa hasil. Seorang dari mereka mengusulkan, “bagaimana kalau

kita bergandengan tangan semua dan kita bergerak bersama-sama
dari sini ke arah utara. Kita akan meyisir semua bagian daerah ini
secara bersama-sama.” “Ini suatu usul yang bagus, mengapa tidak
dari tadi usul seperti ini.” Kata salah seorang dari antara mereka.
“yah, mari kita kerjakan sekarang!” Tidak lama kemudian. Tiba-tiba
dari salah satu dari mereka tersandung kaki kepada sesuatu.
Setelah diamati, ternyata itulah anak yang dicari itu. Ia ditemukan
sudah meninggal dan terlihat bekas gigitan ular berbisa.


Kalau saja orang-orang Kristen selalu bergandengan tangan
di dalam mengerjakan pekerjaan Tuhan, maka tidak ada pekerjaan
yang berlarut-larut yang tak dapat terselesaikan. Firman Tuhan
berkata: “Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota
turut menderita, jika satu anggota dihormati, semua anggota turut
bersukacita. Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggota.’ (1 Korintus 12:26-27). Marilah kita bersatu
mengerjakan pekerjaan Tuhan dengan bergandengan tangan. Mari
kita membuat komitmen agar disepanjang tahun 2023  ini roh
persatuan dan kesatuan terus kita tingkatkan.

Lakukanlah pekerjaan Injil dengan dengan setia, jangkaulah
jiwa-jiwa yang membutuhkan keselamatan. Hiduplah dengan
penuh keteladanan dan kerendahan hati. Tetap semangat dan
jangan pernah menyerah menjalankan tugas pelayanan
perorangan.



5. HAMBA TANPA NAMA

            Ia seorang kepala bagian rumah tangga di gereja. Setiap hari Jumat dan Sabtu, ia bertugas menjaga agar semua peralatan e...