Kamis, 31 Maret 2022

8. RENCANA ALLAH YANG SEMULA BAGI PENDIDIKAN

 Sistem pendidikan yang diadakan di Taman Eden berpusat di sekitar keluarga. “Anak Adam, Anak Allah,” dan dari Bapanyalah anak-anak Yang Mahatinggi itu menerima pengajaran. Dalam arti yang sebenarnya, sekolah mereka itu ialah suatu sekolah keluarga. Dalam rencana pendidikan Ilahi sebagaimana telah disesuaikan kepada keadaan manusia berdosa, Kristus berdiri sebagai wakil Bapa, yang menjadi mata rantai penghubung di antara Allah dan manusia; Dia adalah Guru Besar bagi manusia. Maka Ia menentukan supaya pria dan wanita yang menjadi wakil-wakil-Nya, yaitu ibu dan bapa. Keluarga itulah sebuah sekolah, dan ibu bapa adalah guru-gurunya.

Pendidikan yang berpusat di dalam keluarga ialah pendidikan yang berlaku pada zaman leluhur kita dahulu. Pada sekolah-sekolah yang demikian, Allah menyediakan kondisi yang sangat baik untuk perkembangan tabiat anak-anak. Orang-orang yang di bawah pimpinan-Nya masih terus menjalankan rencana kehidupan yang telah ditentukan-Nya sejak mula pertama untuk membimbing anak-anaknya mengenal Allah yang penuh kasih itu.

Biarlah orang tua memperkenalkan Allah kepada anakanak mereka melalui alam ciptaan-Nya. Melalui ternak dan alam bebas. Juga melalui bekerja dan belajar serta mengadakan renungan, orang tua dapat mengajarkan anak-anak tentang segala perbuatan dan jalan-jalan-Nya. Inilah metode pendidikan yang Allah inginkan untuk didirikan di antara orang Israel. Keluarga itulah menjadi sekolah di mana ibu bapa menjadi guru dalam bidang hal keduniawian dan kerohanian.

Ayat renungan: “haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun” (Ulangan 6:7).


Þ Pelajari lebih lanjut dalam buku Rumah Tangga Advent pasal 27).


55. “Merokok"

Seorang pendeta muda yang melayani di sebuah distrik yang terdiri dari tiga jemaat, jarak antara rumah pastori ke jemaat terdekat sekitar 20 kilometer, untuk pelayanan yang maksimal ia putuskan satu bulan satu kali ia harus menginap di jemaat-jemaat itu untuk program renungan pagi dengan anggota-anggota jemaatnya.

Ia mulai dari jemaat A semua berjalan lancar, jemaat B semua juga normal, tetapi ketika ia tiba di jemaat C untuk rumah yang kedua ia kaget karena ada sesuatu yang unik terjadi begini dialoknya:

Pendeta : mengetuk pintu- tok-tok
Tuan rumah : Siapa ya? (suara ibu rumah itu)
Pendeta : Saya pendeta.

Tuan rumah : Sebentar, tiba-tiba terdengar suara laki-laki (suaminya) menggangu saja.

Sementara pendeta itu menunggu pintu dibukakan, ia sempat berpikir, saya datang kemari berjuang oleh karena dikejar-kejar oleh anjing-anjing rabies, jalan kaki, kok sambutannya seperti ini, lebih baik tadi saya ke rumah yang lain saja. Dasar orang yang tidak setia, memang keluarga ini sangat jarang ke gereja.

Sementara pendeta masih melamun pintu rumah itu dibuka ngeeekkk maklum rumah sederhana beratapkan Lalang, dan pendeta dipersilahkan masuk:
Ibu rumah : Ada apa ya pendeta kok datangnya pagi sekali.
Pendeta : Saya datang untuk renungan pagi Bersama di sini.
Ibu rumah : ohhh , baik pendeta, sebentar ya?

Kemudian si ibu masuk Kembali dan membangunkan anakanaknya agar kami bisa renungan pagi Bersama, pendeta melihat jam yang ditangannya sudah pukul enam lewat lima belas menit, bahkan di luar sudah kelihatan terang.

Singkat cerita terjadilah renungan pagi di rumah itu, renungan pagi tanpa suaminya sebab ia tidak mau bangun, dan pendeta dapat melihat bahwa mereka sangat jarang mengadakan kebaktian keluarga sehingga sangat kaku dirumah itu. Setelah selesai renungan pagi pendetapun pamit dan pulang.

Bapak ibu sudara-saudariku yang dikasihi Yesus, Alkitab menyatakan: Mazmur 5:4 “TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu.” Mazmur 88:14 Tetapi aku ini, ya TUHAN, kepada-Mu aku berteriak minta tolong, dan pada waktu pagi doaku datang ke hadapan-Mu.”

Kebutuhan kita yang paling mendasar dalam kehidupan ini adalah hidup didalam Tuhan, boleh jadi kita tidak punya kesempatan untuk menginjil di luar rumah kita, tetapi rumah kita adalah ladang penginjilan yang paling subur, jangan biarkan anak-anakmu dan semua anggota keluarga memulai hari itu tanpa Tuhan, sebab Tuhan menunggu anda dengan segudang berkat, jadilah orang pertama di dunia ini yang memanggil Tuhan pada pagi hari. Tuhan Yesus memberkati kita sekalian. 

Ingatlah bahwa ada pilihan, pihan untuk hidup kekal dan mati kekal, dimanakah anda dan saya berada?

7. SALING TOLONG MENOLONG DALAM KELUARGA

Keluarga adalah suatu lingkungan yang suci, bersifat sosial, dimana tiap-tiap anggota keluarga harus melakukan suatu peran, masing-masing menologn satu dengan yang lain. Pekerjaan rumah tangga haruslah berjalan dengan lancer, seperti bagianbagian yang beraneka rupa pada sebuah mesin yang diatur dengan baik. Setiap anggota dalam keluarga haruslah menyadari bahwa satu tanggung jawab dipercayakan kepadanya secara perorangan untuk melaksanakan bagiannya dalam menambahkan kesenangan, peraturan, dan ketertiban dalam rumah tangga.


Janganlah ada anggota keluarga yang sibuk mencampuri dan melawan pekerjaan dari anggota keluarga lainnya. Biarlah masing-masing sibuk dalam tugasnya sendiri dengan baik sehingga mendorong satu dengan yang lain. Mereka harus melatih kemurahan, kesabaran, berbicara dalam nada suara yang rendah dan tenang, menghindarkan kekacauan; dan masing-masing anggota keluarga berusaha dengan sekuat tenaganya untuk meringankan beban ibu.

Setiap anggota keluarga harus mengerti peranan apa yang diharapkan darinya dalam persatuan dengan yang lain. Semuanya harus mengerti bahwa mulai dari anak yang berumur enam tahun ke atas dituntut agar mereka memikul bagian dalam tugas keluarga. Dengan membiasakan anak-anakmu bekerja sejak kecil, maka engkau sedang melatih mereka bertanggung jawab dan bertekad kuat dalam kehidupannya kelak.


Ayat renungan: “Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian” dalam Tuhan, karena haruslah demikian” (Efesus 6:1).


Þ
Pelajari lebih lanjut dalam buku Rumah Tangga Advent pasal 27)

5. HAMBA TANPA NAMA

            Ia seorang kepala bagian rumah tangga di gereja. Setiap hari Jumat dan Sabtu, ia bertugas menjaga agar semua peralatan e...