Sistem pendidikan yang diadakan di Taman Eden berpusat di sekitar keluarga. “Anak Adam, Anak Allah,” dan dari Bapanyalah anak-anak Yang Mahatinggi itu menerima pengajaran. Dalam arti yang sebenarnya, sekolah mereka itu ialah suatu sekolah keluarga. Dalam rencana pendidikan Ilahi sebagaimana telah disesuaikan kepada keadaan manusia berdosa, Kristus berdiri sebagai wakil Bapa, yang menjadi mata rantai penghubung di antara Allah dan manusia; Dia adalah Guru Besar bagi manusia. Maka Ia menentukan supaya pria dan wanita yang menjadi wakil-wakil-Nya, yaitu ibu dan bapa. Keluarga itulah sebuah sekolah, dan ibu bapa adalah guru-gurunya.
Pendidikan yang berpusat di dalam keluarga ialah pendidikan yang berlaku pada zaman leluhur kita dahulu. Pada sekolah-sekolah yang demikian, Allah menyediakan kondisi yang sangat baik untuk perkembangan tabiat anak-anak. Orang-orang yang di bawah pimpinan-Nya masih terus menjalankan rencana kehidupan yang telah ditentukan-Nya sejak mula pertama untuk membimbing anak-anaknya mengenal Allah yang penuh kasih itu.
Biarlah orang tua memperkenalkan Allah kepada anakanak mereka melalui alam ciptaan-Nya. Melalui ternak dan alam bebas. Juga melalui bekerja dan belajar serta mengadakan renungan, orang tua dapat mengajarkan anak-anak tentang segala perbuatan dan jalan-jalan-Nya. Inilah metode pendidikan yang Allah inginkan untuk didirikan di antara orang Israel. Keluarga itulah menjadi sekolah di mana ibu bapa menjadi guru dalam bidang hal keduniawian dan kerohanian.
Ayat renungan: “haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun” (Ulangan 6:7).
Þ Pelajari lebih lanjut dalam buku Rumah Tangga Advent pasal 27).