Rabu, 05 April 2023

5. HAMBA TANPA NAMA

         Ia seorang kepala bagian rumah tangga di gereja. Setiap hari Jumat
dan Sabtu, ia bertugas menjaga agar semua peralatan elektronik
dan perabot tetap rapi dan berfungsi dengan baik. Selain itu, ia juga
harus mengatur kebersihan gedung, toilet, dan keteraturan tempat
parkir. Ketika ada jemaat yang kurang sabar karena kesulitan
parkir, ia dicari untuk dicaci. Hampir tak ada orang menghargai
sumbangsihnya, meskipun ibadah nyaris selalu berjalan baik dan
lancar. Terlepas dari perlakuan jemaat, ia tetap setia dan sabar
melaksanakan tugasnya.


        Alkitab menyisipkan kisah tentang orang-orang yang tidak
dipandang oleh manusia. Inilah keunikan Tuhan yang kerap kali
memilih orang kecil dan kurang berarti untuk melaksanakan
kehendak-Nya (lihat 1 Korintus 1:27). Di balik mukjizat
penyembuhan Tuhan atas diri Naaman, ada jasa seorang gadis kecil
yang tak dikenal namanya. Ia hanyalah tawanan yang diperhamba
oleh orang Aram, musuh bangsanya. Namun, iman dan kasihnya
menggerakkan Naaman yang sakit kusta untuk mencari
kesembuhan lewat nabi Tuhan, Elisa. Naaman bahkan kemudian

bertekad untuk menyembah hanya kepada Allah Israel (2 Raja-raja
5:17).

        Semua orang orang percaya, mulai dari yang paling
sederhana dapat dipakai untuk melakukan pekerjaan Tuhan. Yang
dituntut dari kita adalah ketaatan dan kerendahan hati. Ketaatan
kita dapat menjadi sarana di tangan Tuhan untuk menggenapi
kehendak-Nya. Tidak penting siapa yang memperoleh
penghargaan. Yang penting Tuhan dikenal dan dimuliakan. Itulah
tujuan dari pekerjaan pelayanan perorangan (Roma 1:16-17).


Pelayan Injil, Hal.107

1 Korintus 13:4

Selasa, 04 April 2023

Pelayan Injil, Hal.65

Mazmur 119:2

Membina Keluarga Sehat, Hal.327

Amsal 22:4

Seruan Khidmat Hal.29

4. PENJALA MANUSIA YANG BERHASIL

 “Yesus berkata kepada mereka, "Mari, ikutlah Aku, dan
kamu akan Kujadikan penjala manusia" (Matius 4:19)

Seorang pemancing yang mahir mengayun-ayunkan tali
pancing di atas kepalanya. Lalu ia melepaskan tali itu dan
menurunkan umpan seperti lalat itu ke permukaan air, tepat di
tempat yang ia inginkan. Apabila ia berhasil, seekor ikan rainbow
trout [ikan air tawar] besar akan muncul ke permukaan,
menyambar umpan, dan si pemancing akan menarik kail itu.
Pemancing ikan halibut [ikan di bagian utara Laut Atlantik dan
Pasifik] menggunakan metode yang berbeda. Mereka pergi ke
samudra dan menurunkan kail yang telah diberi umpan besar,
kadang-kadang sedalam 38 atau 45 meter. Bila salah satu ikan
besar pipih itu menyambar umpan dan tersangkut kail, ia akan
diseret ke permukaan.


Yesus berkata kepada Petrus dan Andreas untuk mengikuti
Dia dan menjadi "penjala manusia" (Matius 4:18,19). Sebagai
pengikut Kristus masa kini, kita pun sedang "menjala" orang-orang
di dunia, menggunakan berbagai cara yang berbeda untuk
menyebarkan kabar baik. Kita memberitakan kepada pria dan
wanita, keluarga dan teman, tua dan muda, tentang dosa-dosa
mereka, kasih Allah, serta tawaran keselamatan-Nya melalui iman
dalam Yesus.


Sabtu, 01 April 2023

3. Dipanggil Melayani

Pernah membayangkan bekerja sebagai juru minum raja?
Mencicipi minuman terbaik dari seluruh penjuru negeri sebelum
dinikmati raja, ikut ke mana pun raja pergi, tinggal di istananya,
menjadi orang kepercayaannya. Itulah profesi Nehemia. Cukup
mengherankan mengingat nenek moyang Nehemia berasal dari
Yehuda, yang dijajah Babel, dan kemudian dikuasai kerajaan Persia
(2 Tawarikh 36:20). Jika raja Persia hendak memilih orang
kepercayaan, mengapa memilih dari kaum jajahan, yang bisa saja
ingin meraih kemerdekaan sendiri?


        Menarik untuk memperhatikan bagaimana kesempatan ini
diberikan Tuhan untuk menggenapi rencana-Nya (Nehemia
1:9).
Dia tidak menempatkan Nehemia menjadi seorang imam atau pemuka
agama. Tetapi justru sebagai juru minum dan nantinya juga sebagai
bupati (Nehemia 5:14). Firman Tuhan membuat Nehemia mengerti
bahwa rencana Tuhan bagi bangsanya belum selesai. Dengan kerinduan
membawa bangsanya kembali beribadah pada Tuhan, ia pun mohon
pertolongan Tuhan untuk bertindak (Nehemia 1:10-11). Kesempatan
dan kemampuan yang ia miliki tidak dipakai untuk mengejar
kenyamanan hidup, tapi untuk melayani Tuhan.


        Banyak orang merasa baru “melayani” Tuhan jika ikut
paduan suara, mengajar sekolah sabat, atau menjadi pendeta. Jika
Tuhan berencana agar semua bangsa mengenal dan menyembahNya
(Matius 28:19-20), tentu Dia tidak menghendaki anak-anakNya melayani hanya di dalam gedung-gedung gereja. Dia ingin kita
memengaruhi dunia melalui berbagai bidang profesi:
pemerintahan, pendidikan, media, dan sebagainya. Jika kita ingin
menjadi pelayan perorangan yang berhasil memberitakan kabar
baik tentang Yesus dan Injil keselamatan berdoalah kepada Tuhan
agar Tuhan memampukan dan menempatkan kita di tempat di
mana Tuhan mau sesuai dengan karunia dan talenta yang kita
miliki. Yang terpenting berserah sepenuhnya bagi pekerjaan dan
kemuliaan nama-Nya.

        David Egner mengatakan, “Pekerjaan Allah sering kali
dilakukan oleh orang-orang yang kita anggap tak layak dari tempat
yang tak layak pula, yakni seperti Anda dan saya. Untuk mencapai
keberhasilan, kita harus mengikuti Dia yang dapat menjadikan kita
penjala manusia.”


5. HAMBA TANPA NAMA

            Ia seorang kepala bagian rumah tangga di gereja. Setiap hari Jumat dan Sabtu, ia bertugas menjaga agar semua peralatan e...