Mengapa Paulus disebut sebagai seorang penginjil yang
hebat? Artikel ini akan mengupas lebih dalam tentang kelebihan
Paulus dalam dunia penginjilan. Paulus lahir di sebuah keluarga
Yahudi yang sangat menjunjung tinggi Hukum Taurat. Ia adalah
seorang yang terpelajar, yang sejak kecil telah mendapat
pendidikan Yahudi. Masa remajanya dihabiskan di Sinagoge, dan ia
pernah belajar di bawah asuhan guru besar Gamaliel. Sebelum
mengenal Kristus, ia adalah penganiaya jemaat, dia juga seorang
yang menyetujui kematian Stefanus.
Ketika dalam perjalanan ke Damsyik, Paulus bertemu
dengan Kristus. Ia tersungkur ke tanah dan matanya buta.
Kemudian, ia dibawa kepada seorang imam yang bernama Ananias.
Setelah Ananias berdoa baginya, ia dapat melihat kembali. Inilah
titik balik baginya. Dan ketika bertobat, ia yang dahulu bernama
Saulus, kini bernama Paulus. Setelah pertobatannya, Paulus tidak
langsung terjun dalam pelayanan. Ia terlebih dahulu menimba
pengalaman ke berbagai daerah, bahkan sampai ke Arab selama
kurang lebih sepuluh tahun. Setelah siap, barulah ia mulai terjun ke
ladang pelayanan, di mana pelayanannya sungguh memberkati
banyak bangsa. Hal ini ditandai dengan berdirinya jemaat-jemaat
baru di luar bangsa Yahudi.
Pelayanan penginjilan Rasul Paulus menjadi inspirasi yang
tak terbatas bagi para penginjil saat ini. Mengapa dikatakan tak
terbatas? Karena banyak sisi dari pelayanannya yang tidak lekang
oleh waktu, maksudnya prinsip-prinsip penginjilan yang dilakukan
abad pertama dapat pula diterapkan pada abad-abad selanjutnya bahkan sampai saat ini. Apa sajakah kelebihan pelayanan
penginjilan Paulus?
Kerinduan Paulus untuk mengenalkan Kristus kepada
orang-orang yang belum diselamatkan sangat besar. Hal ini terlihat
dari pernyataan-pernyataannya dalam bentuk ucapan syukur
kepada jemaat-jemaat yang teguh berdiri dalam Injil Kristus Yesus
(Roma 1:8, 1Korintus 1:14, Filipi 1:3,5, Kolose 1:3). Kerinduannya
itu tidak hanya diungkapkan secara tertulis saja, tapi sungguhsungguh dinyatakan dalam kehidupan pelayanannya. Ia mengunjungi jemaat-jemaat dan memberitakan Injil kepada orang-orang
non-Yahudi, yang tentu saja awam terhadap Injil.
Hati yang sangat mengasihi orang-orang yang belum
percaya, sangat dibutuhkan oleh para penginjil sebagai motivator
yang terkuat dalam pelayanan penginjilan. Inilah salah satu teladan
pelayanan penginjilan Rasul Paulus. Metode penginjilan Paulus
unik. Ia berkhotbah, berkunjung ke rumah-rumah jemaat,
berdiskusi, dan membuat mujizat dalam nama Yesus. Tempattempat yang digunakan untuk memberitakan Injil sangat strategis,
yaitu di sinagoge, di pasar-pasar, di rumah-rumah, dan di tempat
belajar (Tiranus). Bahkan, di penjara sekalipun ia memberitakan
Injil dan banyak orang yang percaya kepada Yesus. Selain itu, ia
menulis surat kepada jemaat-jemaat yang pernah didirikannya, dan
surat itu dibacakan bergantian, sehingga menguatkan iman
pembacanya.
Dalam pelayanannya, ia menggunakan jalur darat dan laut.
Ia naik kapal, dan pernah karam. Tetapi kebanyakan ia berjalan
kaki, tujuannya agar ia dapat bertemu langsung dengan banyak
orang, sehingga semakin banyak orang yang mendengar Injil.
Kelebihannya juga ditunjukkan dengan kemandiriannya untuk
membiayai pelayanannya dan tidak mengkomersialkan pelayanannya. Ia bekerja sebagai pembuat tenda. Walaupun tidak ada fasilitas
yang cukup untuknya, seperti sponsor, alat transportasi, dan lain lain, tetapi hal-hal tersebut tidak mengendorkan semangatnya
dalam memberitakan Injil.
Hasil pelayanan Paulus tentu saja dapat dilihat dari
berdirinya gereja-gereja di banyak tempat. Banyak orang (Yahudi
atau bukan Yahudi) yang menjadi percaya kepada Kristus. Tulisantulisannya meneguhkan iman orang-orang percaya dan memberikan pemahaman iman Kristen yang paling solid dan lengkap.
Kelebihan Paulus dalam pelayanan, bukan semata-mata karena
kamampuannya, tetapi karena kasih karunia Tuhan yang telah
melimpah dalam hidupnya. Dialah Paulus, seorang penginjil yang
hebat.