Senin, 22 Februari 2021

14. “SAKSI TUHAN”

 Paulus dan kawan-kawannya dalam pelayanan mereka mendapat respon positif dari penduduk di kota itu sehingga mereka mengundang Paulus kembali untuk memberikan pengajaran injil. Paulus berkeyakinan bahwa ia telah ditetapkan Tuhan untuk mengabarkan injil keselamatan kepada orang-orang yang tidak mengenal Allah sampai ke ujung bumi. Walaupun banyak pertentangan tapi Tuhan menyertai pelayanan Paulus hingga banyak jiwa diselamatkan dan menjadi percaya kepada Tuhan melalui pelayanannya. 

Kita bisa menjadi orang percaya semata-mata karena Tuhan menentukan kita untuk hidup yang kekal. Berita keselamatan terlalu “mencengangkan” dan “tidak akan dipercayai” oleh kita tanpa anugrah Tuhan. Betapa berharganya berita ini! Itu sebabnya, Rasul Paulus, dengan berani dan tak kenal lelah, terus memberitakan berita kasih karunia itu. Ini bukan tentang kehebatan kita menjadi saksi Tuhan, tetapi apakah kita bersedia dipakai dalam pelayananNya. Apabila kita tidak bersedia pun, Tuhan punya banyak cara untuk memanggil orang untuk datang dan percaya kepada Tuhan. Tuhan bisa menggerakkan hati seseorang tanpa perantaraan manusia sekalipun.  

Namun apabila kita bersedia menjadi saksi Tuhan dan membawa keslamatan pada orang yang belum percaya maka Tuhan akan menyertai pelayanan kita sebagaimana Paulus mendapat penyertaan Tuhan dalam pelayanannya. “Kita tidak ditempatkan di dunia ini hanya untuk merawat diri kita sendiri, tetapi dituntut untuk membantu pekerjaan besar sehubungan dengan keselamatan manusia, dengan demikian meniru penyangkalan diri, pengorbanan diri dan kehidupan Kristus yang sangat berguna.” Ellen G. White, Testimonies for the Church, Jilid 1, hal. 325.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

5. HAMBA TANPA NAMA

            Ia seorang kepala bagian rumah tangga di gereja. Setiap hari Jumat dan Sabtu, ia bertugas menjaga agar semua peralatan e...