Selasa, 13 Juli 2021

44. “PENGINJILAN OLEH ALKITAB”

John R. W. Stott adalah Rektor Emeritus dari All Souls Church di London. Beliau menjabat sebagai Presiden dari London Institute for Contemporary Christianity dan sebagai Pendeta Tentara Ekstra bagi Ratu Inggris. Beliau telah menulis banyak buku, antara lain, Basic Christianity, Christian Mission in the Modern World, dan The Church and the World. John Stott telah berbicara dalam 5 konvensi misi mahasiswa Urbana. Selama 25 tahun beliau telah memimpin perjalanan misi ke lima benua yang disponsori oleh universitas, ia mengatakan bahwa : Tanpa Alkitab, penginjilan dunia bukan hanya tidak mungkin melainkan sesungguhnya tidak dapat dibayangkan. Alkitablah yang meletakkan kepada kita tanggung jawab untuk menginjili dunia, memberikan kita Injil untuk dikabarkan, mengatakan kepada kita bagaimana mengabarkannya dan menjanjikan kepada kita bahwa Injil itu adalah kekuatan Allah bagi keselamatan setiap orang yang percaya.  Alkitab merupakan fakta sejarah yang bisa diamati, baik mengenai masa lampau maupun masa kini, bahwa tingkatan komitmen gereja bagi penginjilan dunia sebanding dengan tingkatan keyakinan gereja terhadap otoritas Alkitab. Kapan pun orang Kristen kehilangan keyakinan mereka terhadap Alkitab, mereka juga kehilangan gairah bagi penginjilan. Sebaliknya, kapan pun mereka yakin terhadap Alkitab, maka mereka bertekad bagi penginjilan. 

Empat alasan mengapa Alkitab harus ada bagi penginjilan dunia. Pertama, Alkitab memberikan kita mandat bagi penginjilan dunia. Kita jelas memerlukannya. Dua fenomena terlihat semakin berkembang di mana-mana. Pertama adalah fanatisme religius dan kedua pluralisme religius. Orang fanatik menunjukkan jenis kegairahan yang tidak rasional yang (jika dimungkinkan) akan menggunakan kekuatan untuk memaksakan kepercayaan atau menghapuskan ketidakpercayaan. Pluralisme religius mendorong kecenderungan yang berlawanan.

Oleh karena itu, mandat kita untuk penginjilan dunia adalah seluruh Alkitab. Mandat ini bisa ditemukan dalam tindakan penciptaan oleh Allah (Karena semua manusia sebagai makhluk ciptaan bertanggung jawab kepada-Nya), dalam karakter Allah (sebagai yang menjangkau, mengasihi, berbelas kasihan, tidak rela jika ada yang binasa, menginginkan agar semua bertobat), dalam janji-janji Allah (agar segala bangsa diberkati melalui keturunan Abraham dan menjadi pewaris Mesias), dalam Kristus Tuhan (sekarang ditinggikan dengan otoritas atas alam semesta, menerima pengakuan dari seluruh alam semesta), dalam Roh Allah (yang menyadarkan dosa, menjadi saksi bagi Kristus, dan mendorong gereja untuk menginjili) dan dalam Gereja Tuhan (yang terdiri dari berbagai bangsa, komunitas yang misioner, di bawah perintah untuk menginjili sampai Kristus kembali). 

Kedua, Alkitab memberi kita berita bagi penginjilan dunia. Menginjili adalah menyebarkan kabar baik bahwa Yesus Kristus telah mati bagi dosa-dosa kita dan telah dibangkitkan dari antara orang mati sesuai dengan Kitab Suci, dan sebagai Tuhan yang bertakhta, Kristus kini menawarkan pengampunan dosa dan Roh yang memerdekakan bagi semua yang bertobat dan percaya.

Ketiga, Alkitab memberi kita model bagi penginjilan dunia. Selain berita (apa yang harus kita katakan) kita membutuhkan sebuah model (bagaimana kita harus mengatakannya). Alkitab menyedia-kan hal ini juga: karena Alkitab tidak hanya berisi Injil; Alkitab adalah Injil. Di seluruh Alkitab Allah sendiri sebenarnya yang sedang menginjili, yaitu, mengomunikasikan kabar baik kepada dunia. Anda pasti ingat pernyataan Paulus mengenai Kejadian 12:3 bahwa “Kitab Suci … telah lebih dahulu memberitakan Injil kepada Abraham” (Gal. 3:8). Seluruh Kitab Suci memberitakan Injil; Allah menginjili melalui Kitab Suci.  Jika Kitab Suci itu sendiri merupa-kan penginjilan ilahi, Alkitab dapat menjadi alasan mengapa kita dapat belajar bagaimana memberitakan Injil dengan mencermati bagaimana Allah telah melakukannya. Allah telah memberikan kita suatu model penginjilan yang indah di dalam proses inspirasi alkitabiah. 

Keempat, Alkitab memberikan kita kuasa bagi penginjilan dunia. Kita juga menyadari baju zirah merupakan pelindung bagi hati manusia. Lebih buruk lagi, kita menyadari akan realitas kebencian dan kekuatan setan, dan kekuatan kejahatan yang ada di bawah pimpinannya. Konversi dan regenerasi orang Kristen adalah mujizat dari anugerah Allah. Keduanya merupakan puncak dari pertempuran antara kuasa Kristus dan Setan atau (dalam gambaran apokaliptis yang jelas) antara Anak Domba dan Naga. Perampasan rumah orang kuat hanya dimungkinkan karena orang kuat tersebut telah diikat oleh Dia yang lebih kuat, dan melalui kematian dan kebangkitan-Nya telah melucuti dan mengalahkan pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa kejahatan (Mat. 12:27-29; Luk. 11:20-22; Kol. 2:15). 

Mari kita tidak menghabiskan seluruh kekuatan kita untuk berdebat mengenai Firman Tuhan; marilah kita mulai menggu-nakannya. Firman Tuhan akan membuktikan kalau Firman itu berasal dari Tuhan melalui kuasa Ilahi-Nya. Kabarkan ke seluruh dunia! Hanya ketika setiap misionaris dan penginjil mengabarkan Injil yang sesuai dengan Alkitab dengan kesetiaan dan kepekaan, dan setiap pengkhotbah merupakan seorang yang mengeksposisi Firman Tuhan dengan setia! Barulah Tuhan akan menyatakan kuasa-Nya yang menyelamatkan.

Tanpa Alkitab penginjilan dunia mustahil dilakukan. Karena tanpa Alkitab kita tidak memiliki Injil untuk diberitakan ke segala bangsa, tidak ada jaminan yang mengharuskan Injil diberitakan kepada mereka, tidak mengerti bagaimana mengerjakan tugas yang telah diberikan, dan tidak ada harapan akan keberhasilan. Alkitablah yang memberi kita mandat, berita, model dan kuasa yang kita perlukan bagi penginjilan dunia. Marilah kita mendengarkan panggilannya, mengerti pesannya, mengikuti pengarahannya dan percaya pada kuasanya. Marilah kita mengangkat suara kita dan memberitakannya.

 

5. HAMBA TANPA NAMA

            Ia seorang kepala bagian rumah tangga di gereja. Setiap hari Jumat dan Sabtu, ia bertugas menjaga agar semua peralatan e...