Kamis, 04 Maret 2021

30. “WANITA TUA

 Ada seorang perempuan tua yang suka mengabarkan Injil mendatangi satu keluarga; suami istri dengan delapan orang anak, katanya “apa agamamu?” Ibu rumah tangga itu menjawab “biasa, menyembah nenek moyang” “maukah kalian percaya Tuhan Yesus?” “Tidak, saya tak mau pindah-pindah agama!” Beberapa kali orang tua itu datang, si ibu rumah tangga menerimanya dengan baik. Lama kelamaan, ibu rumah tangga itu mulai merasa bosan dan marah “encim, jangan datang lagi, kami sudah punya agama” “belajar mengenal Yesus itu baik” “sudahlah, kamu percaya agamamu, kami percaya agama kami. Encim tak perlu datang lagi” Tapi orang tua itu tetap datang, sampai akhirnya diusir, dan encim itupun tak datang lagi. 

Si ibu rumah tangga merasa tenang, tak ada yang mengganggunya lagi. Tak lama kemudian, salah seorang anaknya sakit 24 hari, panasnya tak pernah turun, badannya semakin kurus, ibu itu mulai gelisah, dia pergi ke klenteng. minta dewa-dewa menyembuhkan anaknya. Dia dianjurkan menyajikan 48 meja hidangan bagi para dewa, agar anaknya bisa sembuh. Tapi mana mungkin dia memenuhi tuntutan itu. dia hanya bisa menyaksikan anaknya semakin hari semakin kurus. Suatu hari, encim itu datang lagi, katanya “saya sudah lama tidak datang, tapi saya merasakan ada satu desakan, menyuruh kau percaya Tuhan Yesus, bolehkah saya mendoakanmu?” “Iya  boleh, kebetulan anak saya sakit, sudah 25 hari, tolong doakan dia.” Dan malam itu juga, anaknya sembuh.

Ibu rumah tangga itupun mulai tertarik. Melalui encim yang pernah diusir itu ibu tersebut tertarik pada Kekristenan, dia mulai membawa anak-anak ke gereja. Awalnya sih hanya sekedar balas budi, tapi lewat penjelasan yang diberikan encim itu, ibu itu tertarik dengan firman Tuhan, anak-anak menyanyikan lagu-lagu Kristen gereja dan di rumah, sampai suaminya juga  mulai tertarik, mau ke gereja, satu tahun kemudian, dia meninggal. Sekarang, dimana encim itu? Pasti sudah meninggal.

Encim wanita tua membawakan injil pada ibu itu, mereka sekeluarga menjadi orang Kristen, bahkan lima dari tujuh anaknya menjadi pendeta. Artinya. encim itu bukan hanya menjalankan kewajibannya, menjadi orang Kristen yang berprilaku baik saja, dia mencapai klimaks dari kelakuannya: memberitakan injil pada orang. Orang yang beriman harus berperbuatan. dan klimaks dari perbuatannya adalah melakukan kehendak Tuhan: Kemanapun dia pergi, dia mengabarkan Injil. Saat kakimu membawamu ke satu tempat, mulutmu memberitakan injil pada orang, saat itu, imanmu, kasihmu pada Tuhan nampak lewat perbuatanmu yang terindah. Teruslah menginjil tidak ada pekerjaan yang akan sia-sia sebab upahmu sudah tersedia di sorga.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

5. HAMBA TANPA NAMA

            Ia seorang kepala bagian rumah tangga di gereja. Setiap hari Jumat dan Sabtu, ia bertugas menjaga agar semua peralatan e...