Kamis, 04 Maret 2021

32. “DOA YANG MENGUBAHKAN”

 Ketika bangsa Israel berada di pembuangan, Nehemia mendapat visi dari Allah, yang memperlihatkan kesetiaan-Nya kepada umat-Nya, di hadapan para penawan mereka yang menyembah berhala. Allah menempatkan sebuah visi di dalam hati Nehemia, untuk membangun kembali tembok di sekeliling kota Yerusalem. Dalam Nehemia 1:4-5, Nehemia berkabung, berpuasa, dan berdoa di hadapan Allah. Ia memulai doanya dengan perkataan, "Ya, TUHAN, Allah semesta langit, Allah yang mahabesar dan dahsyat, yang berpegang pada perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan tetap mengikuti perintah-perintah-Nya." Nehemia mengetahui siapa yang berkuasa. Ia tahu bahwa visinya sia-sia tanpa kebesaran Allah di pihaknya.

Ia melanjutkan doanya, mengingatkan Allah akan janji-janji-Nya pada waktu lampau (pengertian Nehemia akan firman Allah memungkinkan dia untuk berdoa sesuai dengan kehendak Allah yang telah dinyatakan), mengaku dosa-dosanya dan dosa-dosa bangsanya, dan memohon agar Allah bertindak, sehingga ia akan dikenal -- sekalipun di negeri penyembah berhala. Jawaban Allah terhadap doa Nehemia yang lahir dari iman itu, tercatat dalam Nehemia 6:16, "Ketika semua musuh kami mendengar hal itu (penyelesaian pembangunan tembok), takutlah semua bangsa sekeliling kami. Mereka sangat kehilangan muka dan menjadi sadar, bahwa pekerjaan itu dilaksanakan dengan bantuan Allah kami."

Jim Eliot, salah seorang utusan Injil yang paling terkenal pada abad 20, mati di tangan orang Indian Auca pada tahun 1955, tetapi pengaruh kehidupannya berlangsung sampai sekarang. Allah memakai Jim Eliot secara luar biasa, sekalipun dalam hidupnya yang pendek,  karena ia setia berdoa dan percaya bahwa, "orang kudus yang berjalan dengan lututnya, tidak pernah mundur." Ia memunyai daftar orang-orang yang harus didoakan, sebuah daftar untuk setiap hari dalam satu minggu, dan jika waktu di kamarnya terbatas, ia berdoa sambil berjalan untuk makan pagi di kampus, atau sambil berdiri dalam barisan di ruang makan.

Eliot mengerti arti peperangan rohani melalui doa, dan seperti Habel "Ia masih berbicara, sesudah ia mati" (Ibrani 11:4). Allah menjawab doa Eliot, dengan membuatnya menjadi seorang martir abad 20, yang kehidupan dan kata-katanya telah menggerakkan ratusan orang untuk menginjil, dan memunyai keyakinan yang lebih mendalam mengenai visi dunia.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

5. HAMBA TANPA NAMA

            Ia seorang kepala bagian rumah tangga di gereja. Setiap hari Jumat dan Sabtu, ia bertugas menjaga agar semua peralatan e...