Ada banyak alasan untuk memberi kesaksian dari rumah ke rumah. Setiap kali kita mengunjungi seorang penghuni rumah, kita mencoba menanam sebutir benih kebenaran Alkitab. Dengan mengadakan kunjungan kembali, kita berupaya menyiraminya. Dan, hal itu dapat menghasilkan pengaruh kumulatif yang bagus, karena Paulus menulis, ”Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang menumbuhkannya.” (1 Korintus 3:6) Jadi, marilah kita terus ’menanam dan menyiram’, yakin bahwa Yehuwa ’akan menumbuhkannya’.
Kita melakukan pekerjaan para penginjil karena kehidupan sedang dipertaruhkan. Dengan bersaksi, kita dapat menyelamatkan diri kita dan orang-orang yang mendengarkan kita. (1 Timotius 4:16). Seseorang yang terlalu sibuk untuk mendengar pada suatu kesempatan, mungkin bersedia mendengarkan berita Alkitab pada waktu lain. Anggota lain dari keluarga itu mungkin membukakan pintu, dan itu dapat mengarah ke suatu pembahasan Alkitab.
Alasan utama kita memberi kesaksian dari rumah ke rumah atau sibuk dalam corak pelayanan Kristen lainnya ialah hasrat untuk ikut serta dalam membuat nama Yesus Kristus dikenal. (Keluaran 9:16; Mazmur 83:18). Sungguh puas rasanya apabila pekerjaan penginjilan kita membantu para pencinta kebenaran menjadi pengikut Yesus. ”Hai teruna dan anak-anak dara, orang tua dan orang muda! Biarlah semuanya memuji-muji TUHAN, sebab hanya nama-Nya saja yang tinggi luhur, keagungan-Nya mengatasi bumi dan langit (Mazmur 148:12, 13).
Melakukan pekerjaan seorang penginjil bermanfaat bagi kita secara pribadi dalam berbagai cara. Pergi dari rumah ke rumah membawakan kabar baik membantu kita memupuk kerendahan hati, khususnya sewaktu kita tidak disambut dengan ramah. Untuk menjadi penginjil yang efektif, kita perlu menjadi seperti Paulus, yang ’menjadi segala sesuatu bagi segala macam orang, agar ia dengan segala cara dapat menyelamatkan beberapa orang’(1 Korintus 9:19-23). Pengalaman dalam pelayanan membantu kita bersikap bijaksana. Dengan bersandar pada Allah dan memilih kata-kata kita dengan baik, kita dapat menerapkan nasihat Paulus, ”Hendaklah ucapanmu selalu menyenangkan, dibumbui dengan garam, sehingga kamu mengetahui bagaimana seharusnya memberikan jawaban kepada setiap orang” (Kolose 4:6).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar