Senin, 21 Februari 2022

54. “Lima Menit Lagi”

 Ada dua orang bapak yang sedang menjaga anak-anak mereka bermain-main di taman yang luas, tiba tiba seorang dari mereka berkata itu anak saya yang memakai baju kuning menujuk seorang anak gadis kecil yang sedang bermain ayunan.

Lalu bapak yang lain menyatakan, oh itu anakku yang sedang berada dalam bak pasir itu, anak-anak ini sangat menikmati permainan mereka masing-masing.

Kira-kira sepuluh menit kemudian bapak yang memiliki anak laki-laki itu memanggil anaknya agar mereka segera kembali ke rumah karena hari sudah semakin sore, kemudian anak ini
datang dan memohon kepada ayahnya sambil berkata: “ayah bolehkah saya bermain lima menit lagi?” kemudian si ayah berkata: ok lima menit ya?

Setelah lima menit anak itu bermain, si ayah memanggil sekali dan mengatakan ayo kita pulang sebab lima menit tambahan sudah selesai, namun sia anak berkata “ayah lima menit lagi” kemudian si ayah kelihatannya mengijinkan anaknya bermain lagi lima menit. Ayah anak perempuan itu mendekati bapak yang memiliki anak laki-laki itu dan berkata: “ternyata anda adalah seorang bapak yang sabar”.

Bapak-ibu, saudara-saudariku yang dikasihi oleh Tuhan ternyata kita memiliki seorang bapak yang lebih sabar dari semua bapak duniawi yang kita kenal. Betapa tidak, ketika Tuhan Yesus memanggil kita untuk menginjil saat kita masih muda, kita menjawab Tuhan saya masih terlalu muda.

Tuhan bersabar menunggu kita, kemudian Ia memberikan pekerjaan yang baik dengan penghasilan yang lebih dari cukup, Ia memanggil lagi anak-Ku siapakah yang akan pergi untuk menjadi saksiKu, sekali lagi kita menjawab Tuhan aku terlalu sibuk, aku pergi kerja saat matahari belum merekah dan saya kembali kerumah setelah matahari terbenam, aku capek Tuhan, jika aku pensiun nanti aku akan menginjil untuk Tuhan.

Tuhan Kembali bersabar menunggu, setelah kita memasuki masa pensiun Tuhan Yesus datang lagi dan berkata: anak-Ku bukankah engkau sudah pensiun? Kita menjawab: benar Tuhan saya sudah pensiun, lalu Tuhan mengingatkan, masihkah engkau ingat janjimu untuk menginjil jika engkau sudah pensiun? Lalu kita menjawab: Tuhan saya ingat! Tetapi sekarang saya sudah hidup dengan uang pensiun yang paspasan, pinggang juga sering sakit-sakitan, ada juga rematik, gula darah tidak bisa dikontrol, sehingga saya sangat menderita Tuhan.

Jika Tuhan berkenan sembuhkanlah hamba-Mu ini, setelah saya sembuh saya akan menginjil untuk Tuhan. Bapak. Ibu, saudara-saudariku yang dikasihi oleh Tuhan kita Yesus Kristus,
pertanyaannya adalah: sampai kapan kita mau membuat alasan untuk tidak menginjil? Sampai kapan kita terus bersandiwara? Seperti tuhan memanggil Yesaya. Siapakah yang mau pergi
untuk aku? Mari kita menjawab bersama   Yesaya :  ini aku utuslah aku, kiranya Tuhan Yesus memberkati kita sekalian.

Rabu, 16 Februari 2022

6. RAHASIA PERSATUAN KELUARGA

Yang menyebabkan perpecahan dan perselisihan di dalam keluarga dan di dalam jemaat ialah pemisahan diri dari Kristus. Datang menghampiri Kristus berarti datang mendekatkan diri kepada satu dengan yang lain. Rahasia persatuan yang benar di dalam jemaat dan di dalam keluarga bukanlah cara diplomasi, bukan usaha manusia yang gaib untuk mengalahkan segala kesukaran, mungkin banyak darinya yang akan berjasa, melainkan yang terutama ialah persatuan dengan Kristus.

Biarlah ibu dan bapa mengadakan janji yang tekun kepada Allah, mereka mengakui untuk mengasihi dan setia, agar oleh rahmat-Nya mereka tidak akan berbantah antara mereka sendirimelainkan di dalam hidup dan tingkah laku mereka akan
menyatakan roh kerukunan sehingga anak-anak mereka juga menghargainya.

Para ibu bapa haruslah berhati-hati supaya jangan membiarkan roh perselisihan masuk ke dalam rumah tangga. Kalau ibu dan bapa berusaha untuk mengadakan persatuan di dalam rumah tangga oleh menanamkan prinsip-prinsip yang memerintahkan kehidupan Kristus, perselisihan akan diusir keluar, dan persatuan serta cinta kasih akan berdiam disana. para orangtua dan anak-anak akan sama-sama beroleh karunia Roh Kudus.
 
Walaupun ujian-ujian mungkin timbul dalam kehidupan suami istri, biarlah suami dan istri berusaha memelihara jiwa mereka di dalam cinta kasih Allah.
Haruslah seorang bapa memandang kepada ibu anak-anaknya sebagai seorang yang patut diberikan segala kemurahan, kelemahlembutan, dan simpati. Demikian juga sebaliknya. Niscaya rumah tanggamu akan tetap bersatu hingga kekekalan.
 
Ayat renungan: “Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama” (Roma 12:16). 

Þ Pelajari lebih lanjut dalam buku Rumah Tangga Advent pasal 27

53. “Mencari Yang Hilang”

 TEMPO.CO, Jakarta - Kapal selam KRI Nanggala-402 yang berisi 53 kru hilang kontak di perairan Utara Bali pada Rabu dini hari, 21 April 2021. TNI-Polri, dibantu sejumlah negara, masih terus mencari keberadaan kapal. 

Pencarian KRI Nanggala-402 ini berkejaran dengan waktu, karena cadangan oksigen yang ada di dalam kapal diperkirakan hanya bisa bertahan selama 72 jam.

Kepala Staff Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono menyebut ada 10 negara yang siap terjun bergabung membantu upaya pencarian. 10 negara itu adalah Singapura, Malaysia, India, Australia, Korea Selatan, Turki, Rusia, Amerika Serikat, Perancis, dan Jerman.

Saudara-saudaraku yang dikasihi oleh Yesus Kristus, coba kita perhatikan peristiwa tenggelamnya kapal selam Nanggala 402 milik Angkatan Laut Republik Indonesia, ada sepuluh negara yang membantu, dengan ratusan personel, peralatan yang canggih, berbagai fasilitas dan keuangan yang dibutuhkan untuk keselamatan nyawa manusia.
 
Betapa berharganya satu nyawa manusia. Kita sadari atau tidak, ternyata bumi kita ini seperti kapal selam Nanggala 402 sedang hilang dengan 7 milliard lebih penduduk, satu nyawa itu amat berharga di mata Tuhan, oleh karena itu pada saat ini Ia memanggil kita semua untuk memberikan waktu kita, Ia memanggil kita untuk memberikan pikiran kita, Ia memanggil kita untuk memberikan uang kita, Ia memanggil kita untuk memberikan hati kita, untuk apa? Untuk keselamatan seseorang yang baginya Yesus sudah mati.

Orang-orang yang sedang dalam perjalanan menuju kebinasaan itu mungkin anak kita, menantu kita, orang tua kita, mertua kita, tidak ada orang lain yang dapat mewakili kita untuk menolong mereka
.
 
Amanat agung yang diberikan Yesus kepada saudara dan saya adalah: Matius 28:19-20 “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." Tuhan Yesus memberkati kita sekalian.

Senin, 14 Februari 2022

5. KESUCIAN LINGKUNGAN KELUARGA

 Ada satu lingkaran yang suci yang mengelilingi setiap keluarga dan perlu untuk dipelihara. Tidak ada orang lain yang berhak di dalam lingkungan yang suci tersebut. Suami dan istri haruslah menjadi segala-galanya kepada satu dengan yang lain. Istri haruslah menyimpan rahasia yang ada dari suaminya dan tidak boleh orang lain mengetahuinya, dan seharusnyalah suami menyimpan rahasia yang ada dari istri dan tidak boleh menceritakannya kepada orang lain.
 
Hati istri haruslah menjadi kuburan tempat menyimpan segala kesalahan suami, dan hati suami harus menjadi kuburan tempat menyimpan segala kesalahan istrinya. Dengan cara bagaimana pun baik suami maupun istri tidak boleh mengeluh tentang satu sama lain kepada orang lain, biar pun dengan cara bercanda, karena seringkali jenaka yang tidak berbahaya itu akan berakhir dengan percekcokan dan mungkin mendatangkan kerenggangan dalam rumah tanggamu. 
 
Lingkungan keluarga haruslah dipandang sebagai suatu tempat yang suci, suatu lambang surga, sebuah kaca di mana akan memantulkan diri kita sendiri. Kita boleh mempunyai sahabat dan kenalan, tetapi di dalam kehidupan rumah tangga, sekali-kali mereka tidak boleh ikut campur. 
 
Biarlah orang-orang yang menjadikan lingkungan keluarga itu berdoa kepada Allah agar lidah, telinga, mata dan setiap anggota tubuh mereka lainnya menjadi suci. Bilamana bersentuhan dengan kejahatan, tidak perlu dikalahkan dengan kejahatan juga. Biarlah Kristus ditinggikan dalam rumah tanggamu.







Ceritakan semuanya kepadaNya, niscaya Dia akan mendengarkan dan memberikan petunjuk yang terbaik bagimu. 
 
Ayat renungan: “Barangsiapa yang membawa mulut itu, ia itu membuka rahasia, tetapi orang yang setiawan hatinya itu melindungi perkara itu” (Amsal 11:13, BIS). 

Þ Pelajari lebih lanjut dalam buku Rumah Tangga Advent pasal 27









 
 

52. “Menyelamatkan Nyawa”

 Sudah dua minggu tidak ada orderan dari langganan setia perusahan mereka, langganan setia itu Bernama Kirk Alexander. Pegawai di kantor cabang Oregon khawatir tentang langganannya tersebut. Sang manajer cabang, Sarah Fuller, mengirim satu orang tim pengirimannya untuk pergi mengecek ke rumahnya Kirk. 

Sang sopir melihat dari jendela rumah Kirk ternyata lampu-lampu di rumah itu masih menyala dan televisinya masih bersuara, tetapi setelah pintu rumah Kirk di ketuk ketuk tidak ada jawaban. Akhirnya sang sopir langsung berinisiatif menelpon ambulan 911.
 
Beruntung sekali, karena Kirk Alexander di temukan dalam rumah dalam kedaan kritis, dan sangat membutuhkan pertolongan petugas medis. Kejadian ini benar-benar menyelamatkan nyawanya. Sang langganan akhirnya tertolong dan menjalani pengobatan intensif.

Bapak, ibu sekalian secara rohani ada begitu banyak orang di atas dunia ini yang sedang berada pada posisi kritis dan membutuhkan pertolongan untuk mendapatkan keselamatan dan kehidupan yang kekal.

Pernyataan ini bukan sekedar propaganda belaka, sebab masing-masing kita dipanggil oleh Tuhan untuk menyediakan waktu, tenaga dan pikiran bagi keselamatan sesama manusia. Dalam buku Yesaya Allah berfirman: Yesaya 6:8 “Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: "Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"
 
Kita tidak perlu pergi jauh, kita tidak perlu meninggalkan kampung halaman kita, kita tidak perlu berpikir untuk menjadi missionary di luar negri, sebab Tuhan memanggil kita untuk menjadi misionary di rumah kita sendiri, bagi keluarga kita agar semua anggota keluarga kita tidak ada yang hilang. Ingatlah bahwa tidak selamanya ada waktu bagi kita untuk melakukan tugas ini, bisa saja tidak ada kesempatan kedua, oleh karena itu sekaranglah saat kita ambil bagian untuk keselamatan seseorang yang baginya Yesus sudah mati. 
 
Tuhan Yesus memberkati kita sekalian.
 

4. LIKE FATHER LIKE SON ; LIKE MOTHER LIKE DAUGHTER

Para ibu dan bapa dapat mempelajari tabiat mereka dalam diri anak-anaknya. Sering mereka dapat membaca pelajaran-pelajaran yang memalukan ketika mereka melihat cacat mereka sendiri yang ditunjukkan oleh anak-anak mereka. Setiap orang tua haruslah mengingat bahwa anak-anakmu adalah cerminan dari perilakumu. Mereka adalah penirumu yang paling ulung. Jikalau engkau mau mencegah dan memperbaiki kecenderungan berbuat jahat yang diwariskan kepada anakanakmu, maka para ibu dan bapa harus berusaha dua kali ganda untuk bersabar, dan tabah untuk membantu, membimbing dan mengarahkan anak-anakmu di dalam kasih.
 
Jikalau seorang anak menunjukkan perangai yang salah sebagai warisan dari kedua orang tuanya, maka janganlah orang tua marah atas pertunjukan cacat cela dari anak-anaknya ini. Biarlah para ibu dan bapa berjaga-jaga untuk melawan segala kekerasan dan kekasaran, agar cacat cela kemarahanmu tersebut jangan terlihat lagi di dalam diri anak-anakmu. Sebagai gantinya tunjukkanlah kasih, maka mereka akan menirumu.

Tunjukkanlah kerendahan hati dan kelemahlembutan Kristus dalam memperlakukan anak-anak kecil itu. Hendaklah setiap orang tua mengingat bahwa kenakalan yang diwarisi itu diterima dari ibu bapanya. Kendalikanlah dengan sabar anak-anak yang telah mewarisi perangai dari tabiatmu itu. Engkau harus yakin
sepenuhnya bahwa hanya kuasa Kristus yang dapat mengubah kecenderungan berbuat kesalahan yang telah mereka turunkan kepada anak-anakmu. Berharaplah pada-Nya. Berlakulah bijaksana dan lemah lembut kepada anak-anakmu, niscaya mereka akan meniru tingkah laku dan perangaimu yang baik itu.
 
Ayat renungan: “Dan Asa melakukan apa yang benar di mata TUHAN, seperti yang telah dilakukan Daud, ayahnya” (1 Raja 15:11). 

Þ Pelajari lebih lanjut dalam buku Rumah Tangga Advent pasal 26
 


 

51. “KASIH YANG TULUS”

 Pagi itu klinik di tempat saya bekerja sangat sibuk. Sekitar pukul 09.30 seorang pria berusia 70-an datang untuk membuka jahitan pada luka di ibu jarinya. Saya menyiapkan berkasnya dan memintanya untuk menunggu sebentar, karena pagi itu semua dokter masih sibuk. Mungkin ia baru dapat dilayani setidaknya 1 jam lagi. Ketika menunggu, pria tua itu nampak gelisah, sebentarsebentar ia melirik ke jam tangannya. Sepertinya ia harus buruburu.

Karena merasa kasihan, ketika sudah tidak terlalu sibuk, saya sempatkan untuk memeriksa lukanya dan nampaknya cukup baik dan sudah mengering, tinggal membuka jahitan dan memasang perban baru. Pekerjaan yang tidak terlalu sulit, sehingga atas persetujuan dokter, saya putuskan untuk melakukannya sendiri. Sambil menangani lukanya, saya bertanya apakah dia punya janji lain hingga tampak terburu-buru, Lelaki tua itu menjawab bahwa ia hendak ke rumah jompo untuk makan siang bersama istrinya, seperti yang selama ini dilakukannya setiap hari. Ia menceritakan bahwa istrinya sudah lama dirawat di sana karena mengidap penyakit ALZHEIMER.

Lalu saya bertanya apakah istrinya akan marah kalau dia datang terlambat ? Ia menjawab bahwa istrinya sudah tidak lagi dapat mangenalinya sejak 5 tahun terakhir. Saya sangat terkejut dan berkata: Bapak masih pergi ke sana setiap hari walaupun istri Bapak tidak kenal lagi?“ Ia tersenyum sambil tangannya menepuk tangan saya dan berkata, "Istri saya memang tidak mengenali saya lagi, tetapi saya masih mengenali dia, kan?"

Cerita diatas bisa mengharukan dan menyedihkan, bahkan Sebagian dari kita akan meneteskan air mati, manusia saja dapat memperagakan cinta yang begitu tulus. Namun Alkitab memiliki cerita yang lebih mengharukah dalam buku Yesaya.

Yesaya 49:15 “Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.”Mungkin kita dianiaya kita sudah meninggalkan Tuhan, mungkin kita diejek kita langsung meninggalkan Tuhan, Kembali nabi Yesaya mengatakan: 

Yesaya 65:1 “Aku telah berkenan memberi petunjuk kepada orang yang tidak menanyakan Aku; Aku telah berkenan ditemukan oleh orang yang tidak mencari Aku. Aku telah berkata: "Ini Aku, ini Aku!" kepada bangsa yang tidak memanggil nama-Ku.
 
Tuhan Yesus memberkati kita sekalian
 

3. KELALAIAN ORANG TUA

Mereka yang beroleh tugas memelihara milik Allah dalam  rupa jiwa dan tubuh anak-anak yang dibentuk di dalam peta Allah, harus mendirikan penghalang untuk melawan pemanjaan hawa nafsu pada zaman ini. Pemanjaan hawa nafsu ini merusak kesehatan badani dan rohani umat manusia. Kalau saat ini ada begitu banyak kejahatan yang terjadi di muka bumi, dan jikalau ditelusuri sampai kepada sebab utama yang sebenarnya mengapa kejahatan itu ada, maka akan nampak jelas bahwa kesalahan itu terletak kepada kelalaian ibu dan bapa dalam mendidik anak-anak mereka.

Ada banyak korban kejahatan berjatuhan karena kelalaian orang tua dalam mendidik dan memperkenalkan kebenaran kepada anak-anak mereka. Hai ibu dan bapa, jikalau engkau gagal memberikan pendidikan kepada anak-anakmu sebagaimana yang diwajibkan Allah untuk engkau berikan kepada mereka, baik melalui petunjuk, nasihat dan teladanmu, maka engkau harus memberi pertanggungjawaban kepada Allah tentang akibatnya. 

Akibat yang engkau harus pertanggungjawabkan bukan terbatas hanya kepada anak-anakmu saja. Akibat itu akan terus berlanjut sampai turun temurun. Sama seperti tumbuhan berduri yang dibiarkan bertumbuh di ladang akan menghasilkan penuaian dari tumbuh-tumbuhan sejenisnya, demikian juga dosa yang diakibatkan oleh kelalaianmu akan bekerja untuk merusak semua yang datang di dalam lingkungan pengaruh mereka. Itu sebabnya, didiklah anak-anakmu sejak masa kecilnya, agar ia tetap setia
hingga masa dewasanya.

Ayat renungan: “Didiklah orang muda (child, NKJV) menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu” (Amsal 22:6). 

Þ Pelajari lebih lanjut dalam buku Rumah Tangga Advent pasal 26

50. “PENGIDAP PENYAKIT AIDS”

Lahir pada tahun 1989 di Johanesburg ia tidak pernah mengenal sosok seorang ayah. Nkosi telah Mengidap HIV/AIDS positif semenjak lahir, dia diadopsi oleh Gail johnson. Nkosi johnson mulai menjadi perhatian publik pada tahun 1997, ketika sebuah sekolah dasar dikota melville johannesburg menolak untuk menerimanya sebagai murid dikarenakan penyakit HIV/AIDSpositif yang dia derita. kejadian tersebut menyebabkan kehebohan ditingkat tertinggi politik afrika selatan, konstitusi melarang deskriminasi atas dasar status medis. 
Nkosi kemudian menjadi topik pembicaraan di 13 Konferensi HIV/AIDS Internasional, di mana ia mendorong korban AIDS yang akan terbuka tentang penyakit dan untuk mendapatkan perlakuan yang sama.
 
Ini adalah cuplikan kata sambutan Nkosi: “kita semua  manusia yang sama, Kami memiliki tangan, Kami memiliki kaki,
Kami dapat berjalan, kami dapat berbicara, kami memiliki
kebutuhan seperti orang lain, jangan takut kepada kami, karena
kita semua sama” Nelson Mandela menyebut Nkosi sebagai “ikon
perjuangan untuk hidup”. Bersama dengan ibu angkat, Nkosi
mendirikan sebuah tempat perlindungan HIV/AIDS positif untuk
ibu dan anak-anak mereka, Nkosi Haven’s, di Johannesburg. Pada
bulan November 2005, Gail mewakili Nkosi ketika ia menerima
Hadiah Perdamaian internasional anak dari tangan Mikhail
Gorbachev. Nkosi’s Haven menerima 100.000 dollar Amerika,
hadiah uang dari Yayasan KidsRights serta patung yang telah
menamai Nkosi di Nkosi Johnson’s kehormatan. kehidupan nkosi
adalah subjek dari buku Kami oleh Jim Woote.
 
 
 
Bapak ibu saudara-saudara sekalian sadar atau tidak ada
sebuah penyakit yang lebih berbahaya dari HIV/AIDS yang ditakuti
oleh begitu banyak orang, penyakit itu adalah penyakit dosa, alkitab
mencatat bahwa “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah
ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” Roma 6:23.
Yesus Kristus memanggil kita semua untuk menyelamatkan
mereka yang sekarang masih diikat dan terbelenggu dalam
penyakit dosa yang mematikan, bawa mereka kepada dokter diatas
segala dokter yaitu Yesus Kristus agar mereka di sembuhkan,
karena tidak ada nama lain di bawah kolong langit ini seseorang
diselamatkan selain didalam Dia.” Kisah para Rasul 4:12.

Jangan buang-buang waktu, sebab waktu kita semakin lama
semakin singkat, coba renungkan siapakah diantara keluarga kita
yang hari ini tidak Bersama kita di gereja ini, masih adakah anak
kita diluar sana, masih adakah pasangan hidup kita yang masih
berada di luar sana, masih adakah orang tua, mertua, sanak famili
kita yang menbutuhkan keselamatan. Hari ini ya hari ini adalah hari
keselamatan itu.


2. BUAH JATUH TAK JAUH DARI POHONNYA

kebiasaan orang tua adalah yang ditiru oleh anak-anak mereka.
Keadaan jasmani dan pikiran orang tua diabadikan kepada
keturunan mereka. inilah hal yang harus sangat dipertimbangkan
oleh setiap orang tua. Bilamana kebiasaan orang tua berlawanan
dengan hukum jasmani, bencana yang terjadi kepada mereka itu
sendiri akan diulangi di dalam keturunan mereka di masa yang
akan datang.

Setiap pikiran, batin dan jasmani anak-anak bergantung
kepada ibu bapanya. Merekalah yang bertanggungjawab, apakah
mereka membawa anak-anak mereka ke dalam dunia ini sebagai
suatu berkat atau suatu kutuk. Semakin mulia cita-cita orang tua,
maka semakin tinggilah sumbangan pikiran dan rohani yang dapat
mereka berikan kepada anak-anak mereka. Dalam
mempertumbuhkan sesuatu yang terbaik dalam diri anak-anakmu,
ibu bapa sedang mengerahkan suatu pengaruh untuk membentuk
masyarakat dan mempertinggi mutu keturunan di masa yang akan
datang.


Pendidikan yang engkau berikan kepada anak-anakmu
haruslah dilakukan terus menerus, setiap hari. Dalam
melakukannya, engkau bukan hanya sedang membentuk tabiat dan
masa depan anak-anak dalam Tuhan, tetapi engkau sedang
membentuk suatu masyarakat yang rohani dan takut akan Tuhan.
Itu sebabnya ajarkanlah terus menerus dan berulang-ulang kepada
anak-anakmu.


Ayat renungan:
“Apa yang kuperintahkan kepadamu
pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau
mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan
membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu,
apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau
berbaring dan apabila engkau bangun”
(Ulangan 6:6, 7). 


Þ Pelajari lebih lanjut dalam buku Rumah Tangga Advent pasal 26.
 

 

49. “IQBAL MASIH”

Iqbal Masih adalah seorang anak laki-laki Pakistan umur 4 tahun
yang telah dijual ke industri karpet sebagai budak dengan harga 12
dollar Amerika. Dia disuruh bekerja selama dua belas jam perhari.
Karena jam kerja yang lama dan keras, kurang makanan dan
perawatan, Iqbal memiliki tubuh yang sangat kecil. Pada usia dua
belas tahun, Iqbal bertubuh tak layaknya anak laki-laki yang baru
berusia 6 tahun.


Pada usia 10 tahun, dia melarikan diri dari perbudakan
brutal dan kemudian bergabung dengan Front Pembebasan Buruh
bond Pakistan untuk membantu menghentikan pekerja anak di
seluruh dunia,iqbal menolong lebih dari 3.000 anak Pakistan lepas
dari perburuhan,escape to freedom. Dia telah dibunuh pada hari
Minggu Easter 1995. Diduga oleh banyak pihak bahwa ia telah
dibunuh oleh anggota “Carpet Mafia” karena ia membawa publisitas
terhadap pekerja anak di industri. Pada tahun 1994, Iqbal telah
dianugerahkan Reebok Human Rights Award. Pada tahun 2000,
ketika Hadiah untuk Hak-hak Anak dibentuk, dia diberikan hadiah
ini sebagai salah satu laureates.

Iqbal Masih sudah tiada, tetapi semua perjuangannya untuk
melepaskan diri dan menolong anak-anak lain tidak akan hilang
begitu saja.


Jika kita telah memberikan yang terbaik yang kita miliki
untuk keselamatan satu orang dari kematian kekal, jangan kuatir
sebab semua jerih lelah anda tidak akan sia-sia sebagaimana rasul
Paulus menulis kepada jemaat di Korintus sebagai berikut:
I Korintus 15:58 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih,
berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan
Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan
jerih payahmu tidak sia-sia.


Ada banyak orang yang akan kehilangan kehidupan kekal,
mereka ada disekitar kita, mereka menunggu kita untuk melakukan
sesuatu sebelum terlambat, karena itu rencanakan membuka KPA
di rumah anda dan selamatkan seseorang sebelum terlambat.
Tuhan Yesus memberkati kita sekalian.

 

 

1. TANGGUNG JAWAB ORANG TUA

Banyak orang tua yang mempunyai anak-anak haruslah
bertanggungjawab terhadap anak-anak mereka. para
orang tua haruslah senantiasa memikirkan kebaikan masa
depan dari anak-anak-Nya. Seharusnya jangan mereka terpaksa
mencurahkan segenap waktunya pada pekerjaan yang berat-berat
untuk mencukupkan segala kebutuhan hidup. Terlalu sibuk bekerja
sehingga anak-anak terlalaikan adalah sebuah kesalahan yang
besar.


Sebelum menambahkan anak-anak ke dalam anggota
keluargamu, pertimbangkanlah apakah Allah akan dipermuliakan
atau dihinakan jika engkau mendatangkan anak-anak tersebut ke
bumi ini. Setiap orang tua haruslah berusaha memuliakan Allah
oleh pernikahan mereka sejak dari permulaan, dan sepanjang
tahun dalam hidup mereka sebagai suami istri.

Mengingat tanggung jawab yang besar dari orang tua,
haruslah dipertimbangkan dengan cermat, apakah menambah
anak-anak ke dalam keluarga adalah sebuah pilihan yang tepat.
Apakah ibu mempunyai kekuatan yang cukup untuk merawat anakanaknya? Dapatkah ayah memberikan kemajuan sedemikian rupa
untuk membentuk tabiat yang benar dan mendidik anak-anak
mereka? Hal ini perlu ditanya dan dipertimbangkan oleh setiap
ayah dan ibu yang hendak menambah anak dalam keluarga mereka. 


Jikalah engkau tidak mempertimbangkan dengan bijak hal
ini, maka anak-anakmu kelak tidak mendapatkan pendidikan yang
selayaknya, dan mereka akan menjadi besar dalam tidak
menghormati Allah serta menularkan sifat-sifat yang jahat itu kepada
orang lain. Itu sebabnya, perlu pertimbangan yang sangat matang untuk
hal ini. Mintalah tuntunan Roh Kudus ketika engkau mengambil keputusan, agar kelak semua anak-anakmu tetap berada dalam kebenaran dan dapat dipertanggungjawabkan bila hari penghakiman itu tiba.Ayat renungan: “
Bagiku tidak ada sukacita yang lebih besar dari pada mendengar, bahwa anak-anakku hidup dalam kebenaran” (3 Yoh. 4). 


Þ Pelajari lebih lanjut dalam buku Rumah Tangga Advent pasal 24.
 


48. “MENGERJAKAN PEKERJAAN RUMAH”

Di masa Pandemik yang berkepanjangan ini membuat banyak
orang tua yang masih memiliki anak sekolah menjadi beban
tersendiri, karena orang tua harus ikut belajar online karena
telepon genggam maupun laptop itu terbatas.


Kebetulan kami masih memiliki dua anak yang masih duduk
dibanku SD, sehingga yang tua kita ijinkan untuk menggunakan
laptop sementara yang kedua menggunakan telepon genggam.


Hari pertama masuk sekolah, wah semua sangat antusias,
pakai seragam masih jam 6 pagi padahal nanti kelas dimulai jam 8,
akhirnya banyak tugas dan PR (Pekerjaan rumah) sebagai orang tua
kita senang melihat mereka sibuk.


Tetapi setelah dua minggu baru kita ketahui bahwa salah
satu dari mereka tidak mengerjakan pekerjaan rumah (PR) yang
diberikan oleh guru, sebagai orang tua jadi marah karena kelihatan
sibuk, ketika ditanya lagi belajar, tetapi hasilnya pekerjaan rumah
tidak dikerjakan.

Masih ingat kisah Ananias dan Safira? Mereka menjual
tanah mereka dan membawa hasilnya kepada rasul-rasul, tetapi
sesungguhnya mereka tidak jujur, lain dihati lain di praktek.
Masalahnya adalah Ananias dan safira juga sudah sepakat
untuk melakukan kecurangan Bersama, mereka ini hanya ingin
penampilan luar, mereka ingin mendapat pujian bahwa mereka
juga menjadi donator, semua ini dilakukan bukan dengan kasih
kepada Allah.


Pertanyaanya adalah: sudah kita sungguh-sungguh menjadi
orang Kristen? Sungguh-sungguhkah kita menjadi penhkut Kristus?
Atau hanya penampilan luar saja.


Menjadi pengikut Kristus bukan pengakuan saja, tetapi
menjadi pengikut Kristus itu adalah pola hidup, pola hidup kita
yang lama harus kita kuburkan dan digantikan dengan pola hidup
baru yaitu pola hidup Kristus. II Korintus 5:17 “Jadi siapa yang ada
di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu,
sesungguhnya yang baru sudah datang.”


Bagaimana kita ketahui bahwa hidup kita sudah baru?
Efesus 4:24-29 “dan mengenakan manusia baru, yang telah
diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan
kekudusan yang sesungguhnya. Karena itu buanglah dusta dan
berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah
sesama anggota. Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu
berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam
amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis. Orang
yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja
keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya
sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang
berkekurangan. Janganlah ada perkataan kotor keluar dari
mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun,
di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih
karunia.

 


5. HAMBA TANPA NAMA

            Ia seorang kepala bagian rumah tangga di gereja. Setiap hari Jumat dan Sabtu, ia bertugas menjaga agar semua peralatan e...