Senin, 14 Februari 2022

2. BUAH JATUH TAK JAUH DARI POHONNYA

kebiasaan orang tua adalah yang ditiru oleh anak-anak mereka.
Keadaan jasmani dan pikiran orang tua diabadikan kepada
keturunan mereka. inilah hal yang harus sangat dipertimbangkan
oleh setiap orang tua. Bilamana kebiasaan orang tua berlawanan
dengan hukum jasmani, bencana yang terjadi kepada mereka itu
sendiri akan diulangi di dalam keturunan mereka di masa yang
akan datang.

Setiap pikiran, batin dan jasmani anak-anak bergantung
kepada ibu bapanya. Merekalah yang bertanggungjawab, apakah
mereka membawa anak-anak mereka ke dalam dunia ini sebagai
suatu berkat atau suatu kutuk. Semakin mulia cita-cita orang tua,
maka semakin tinggilah sumbangan pikiran dan rohani yang dapat
mereka berikan kepada anak-anak mereka. Dalam
mempertumbuhkan sesuatu yang terbaik dalam diri anak-anakmu,
ibu bapa sedang mengerahkan suatu pengaruh untuk membentuk
masyarakat dan mempertinggi mutu keturunan di masa yang akan
datang.


Pendidikan yang engkau berikan kepada anak-anakmu
haruslah dilakukan terus menerus, setiap hari. Dalam
melakukannya, engkau bukan hanya sedang membentuk tabiat dan
masa depan anak-anak dalam Tuhan, tetapi engkau sedang
membentuk suatu masyarakat yang rohani dan takut akan Tuhan.
Itu sebabnya ajarkanlah terus menerus dan berulang-ulang kepada
anak-anakmu.


Ayat renungan:
“Apa yang kuperintahkan kepadamu
pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau
mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan
membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu,
apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau
berbaring dan apabila engkau bangun”
(Ulangan 6:6, 7). 


Þ Pelajari lebih lanjut dalam buku Rumah Tangga Advent pasal 26.
 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

5. HAMBA TANPA NAMA

            Ia seorang kepala bagian rumah tangga di gereja. Setiap hari Jumat dan Sabtu, ia bertugas menjaga agar semua peralatan e...