Para ibu dan bapa dapat mempelajari tabiat mereka dalam diri anak-anaknya. Sering mereka dapat membaca pelajaran-pelajaran yang memalukan ketika mereka melihat cacat mereka sendiri yang ditunjukkan oleh anak-anak mereka. Setiap orang tua haruslah mengingat bahwa anak-anakmu adalah cerminan dari perilakumu. Mereka adalah penirumu yang paling ulung. Jikalau engkau mau mencegah dan memperbaiki kecenderungan berbuat jahat yang diwariskan kepada anakanakmu, maka para ibu dan bapa harus berusaha dua kali ganda untuk bersabar, dan tabah untuk membantu, membimbing dan mengarahkan anak-anakmu di dalam kasih.
Jikalau seorang anak menunjukkan perangai yang salah sebagai warisan dari kedua orang tuanya, maka janganlah orang tua marah atas pertunjukan cacat cela dari anak-anaknya ini. Biarlah para ibu dan bapa berjaga-jaga untuk melawan segala kekerasan dan kekasaran, agar cacat cela kemarahanmu tersebut jangan terlihat lagi di dalam diri anak-anakmu. Sebagai gantinya tunjukkanlah kasih, maka mereka akan menirumu.
Tunjukkanlah kerendahan hati dan kelemahlembutan Kristus dalam memperlakukan anak-anak kecil itu. Hendaklah setiap orang tua mengingat bahwa kenakalan yang diwarisi itu diterima dari ibu bapanya. Kendalikanlah dengan sabar anak-anak yang telah mewarisi perangai dari tabiatmu itu. Engkau harus yakin sepenuhnya bahwa hanya kuasa Kristus yang dapat mengubah kecenderungan berbuat kesalahan yang telah mereka turunkan kepada anak-anakmu. Berharaplah pada-Nya. Berlakulah bijaksana dan lemah lembut kepada anak-anakmu, niscaya mereka akan meniru tingkah laku dan perangaimu yang baik itu.
Ayat renungan: “Dan Asa melakukan apa yang benar di mata TUHAN, seperti yang telah dilakukan Daud, ayahnya” (1 Raja 15:11).
Þ Pelajari lebih lanjut dalam buku Rumah Tangga Advent pasal 26
Tidak ada komentar:
Posting Komentar