Yang menyebabkan perpecahan dan perselisihan di dalam keluarga dan di dalam jemaat ialah pemisahan diri dari Kristus. Datang menghampiri Kristus berarti datang mendekatkan diri kepada satu dengan yang lain. Rahasia persatuan yang benar di dalam jemaat dan di dalam keluarga bukanlah cara diplomasi, bukan usaha manusia yang gaib untuk mengalahkan segala kesukaran, mungkin banyak darinya yang akan berjasa, melainkan yang terutama ialah persatuan dengan Kristus.
Biarlah ibu dan bapa mengadakan janji yang tekun kepada Allah, mereka mengakui untuk mengasihi dan setia, agar oleh rahmat-Nya mereka tidak akan berbantah antara mereka sendirimelainkan di dalam hidup dan tingkah laku mereka akan menyatakan roh kerukunan sehingga anak-anak mereka juga menghargainya.
Para ibu bapa haruslah berhati-hati supaya jangan membiarkan roh perselisihan masuk ke dalam rumah tangga. Kalau ibu dan bapa berusaha untuk mengadakan persatuan di dalam rumah tangga oleh menanamkan prinsip-prinsip yang memerintahkan kehidupan Kristus, perselisihan akan diusir keluar, dan persatuan serta cinta kasih akan berdiam disana. para orangtua dan anak-anak akan sama-sama beroleh karunia Roh Kudus.
Walaupun ujian-ujian mungkin timbul dalam kehidupan suami istri, biarlah suami dan istri berusaha memelihara jiwa mereka di dalam cinta kasih Allah.
Haruslah seorang bapa memandang kepada ibu anak-anaknya sebagai seorang yang patut diberikan segala kemurahan, kelemahlembutan, dan simpati. Demikian juga sebaliknya. Niscaya rumah tanggamu akan tetap bersatu hingga kekekalan.
Haruslah seorang bapa memandang kepada ibu anak-anaknya sebagai seorang yang patut diberikan segala kemurahan, kelemahlembutan, dan simpati. Demikian juga sebaliknya. Niscaya rumah tanggamu akan tetap bersatu hingga kekekalan.
Ayat renungan: “Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama” (Roma 12:16).
Þ Pelajari lebih lanjut dalam buku Rumah Tangga Advent pasal 27
Tidak ada komentar:
Posting Komentar