Senin, 14 Februari 2022

48. “MENGERJAKAN PEKERJAAN RUMAH”

Di masa Pandemik yang berkepanjangan ini membuat banyak
orang tua yang masih memiliki anak sekolah menjadi beban
tersendiri, karena orang tua harus ikut belajar online karena
telepon genggam maupun laptop itu terbatas.


Kebetulan kami masih memiliki dua anak yang masih duduk
dibanku SD, sehingga yang tua kita ijinkan untuk menggunakan
laptop sementara yang kedua menggunakan telepon genggam.


Hari pertama masuk sekolah, wah semua sangat antusias,
pakai seragam masih jam 6 pagi padahal nanti kelas dimulai jam 8,
akhirnya banyak tugas dan PR (Pekerjaan rumah) sebagai orang tua
kita senang melihat mereka sibuk.


Tetapi setelah dua minggu baru kita ketahui bahwa salah
satu dari mereka tidak mengerjakan pekerjaan rumah (PR) yang
diberikan oleh guru, sebagai orang tua jadi marah karena kelihatan
sibuk, ketika ditanya lagi belajar, tetapi hasilnya pekerjaan rumah
tidak dikerjakan.

Masih ingat kisah Ananias dan Safira? Mereka menjual
tanah mereka dan membawa hasilnya kepada rasul-rasul, tetapi
sesungguhnya mereka tidak jujur, lain dihati lain di praktek.
Masalahnya adalah Ananias dan safira juga sudah sepakat
untuk melakukan kecurangan Bersama, mereka ini hanya ingin
penampilan luar, mereka ingin mendapat pujian bahwa mereka
juga menjadi donator, semua ini dilakukan bukan dengan kasih
kepada Allah.


Pertanyaanya adalah: sudah kita sungguh-sungguh menjadi
orang Kristen? Sungguh-sungguhkah kita menjadi penhkut Kristus?
Atau hanya penampilan luar saja.


Menjadi pengikut Kristus bukan pengakuan saja, tetapi
menjadi pengikut Kristus itu adalah pola hidup, pola hidup kita
yang lama harus kita kuburkan dan digantikan dengan pola hidup
baru yaitu pola hidup Kristus. II Korintus 5:17 “Jadi siapa yang ada
di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu,
sesungguhnya yang baru sudah datang.”


Bagaimana kita ketahui bahwa hidup kita sudah baru?
Efesus 4:24-29 “dan mengenakan manusia baru, yang telah
diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan
kekudusan yang sesungguhnya. Karena itu buanglah dusta dan
berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah
sesama anggota. Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu
berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam
amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis. Orang
yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja
keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya
sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang
berkekurangan. Janganlah ada perkataan kotor keluar dari
mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun,
di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih
karunia.

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

5. HAMBA TANPA NAMA

            Ia seorang kepala bagian rumah tangga di gereja. Setiap hari Jumat dan Sabtu, ia bertugas menjaga agar semua peralatan e...