TEMPO.CO, Jakarta - Kapal selam KRI Nanggala-402 yang berisi 53 kru hilang kontak di perairan Utara Bali pada Rabu dini hari, 21 April 2021. TNI-Polri, dibantu sejumlah negara, masih terus mencari keberadaan kapal.
Pencarian KRI Nanggala-402 ini berkejaran dengan waktu, karena cadangan oksigen yang ada di dalam kapal diperkirakan hanya bisa bertahan selama 72 jam.
Kepala Staff Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono menyebut ada 10 negara yang siap terjun bergabung membantu upaya pencarian. 10 negara itu adalah Singapura, Malaysia, India, Australia, Korea Selatan, Turki, Rusia, Amerika Serikat, Perancis, dan Jerman.
Saudara-saudaraku yang dikasihi oleh Yesus Kristus, coba kita perhatikan peristiwa tenggelamnya kapal selam Nanggala 402 milik Angkatan Laut Republik Indonesia, ada sepuluh negara yang membantu, dengan ratusan personel, peralatan yang canggih, berbagai fasilitas dan keuangan yang dibutuhkan untuk keselamatan nyawa manusia.
Betapa berharganya satu nyawa manusia. Kita sadari atau tidak, ternyata bumi kita ini seperti kapal selam Nanggala 402 sedang hilang dengan 7 milliard lebih penduduk, satu nyawa itu amat berharga di mata Tuhan, oleh karena itu pada saat ini Ia memanggil kita semua untuk memberikan waktu kita, Ia memanggil kita untuk memberikan pikiran kita, Ia memanggil kita untuk memberikan uang kita, Ia memanggil kita untuk memberikan hati kita, untuk apa? Untuk keselamatan seseorang yang baginya Yesus sudah mati.
Orang-orang yang sedang dalam perjalanan menuju kebinasaan itu mungkin anak kita, menantu kita, orang tua kita, mertua kita, tidak ada orang lain yang dapat mewakili kita untuk menolong mereka.
Amanat agung yang diberikan Yesus kepada saudara dan saya adalah: Matius 28:19-20 “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." Tuhan Yesus memberkati kita sekalian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar