Selasa, 13 Juli 2021

41. “APAKAH PENGINJILAN?”

 Apakah penginjilan? Ini merupakan pembicaraan yang serius dari perintah pertama dalam Amanat Agung—pergi, menjadikan murid. Merupakan hal yang sangat serius dalam permohonan terakhir dari rasul Paulus, “Beritakanlah firman, lakukanlah tugas penginjilan” (2Tim.4:2,5). Apakah penginjilan itu? Ini merupakan pembentukan kembali terhadap dunia sekarang ini melalui metode dan kebiasaan dari orang-orang Kristen Perjanjian Baru. Kata-kata dapat dengan sukar menjelaskan  tentang keputusasaan yang serius dan pengharapan yang diharapkan datang dengan segera,  bersamaan dengan pesan khotbah mereka tentang salib, kebangkitan,  dan seruan yang mulia dari Tuhan kita. Penginjilan, adalah memenangkan yang terhilang, suatu pengakuan dari iman, adalah kekristenan Perjanjian Baru. Kita jangan pernah lupa bahwa pembangunan ekonomi, pencerahan politik, budaya dan pendidikan merupakan produk dari iman orang Kristen. Hal yang paling utama telah menjadi dan akan selalu menjadi pemulihan jiwa, tanpa hal ini semua kenyamanan akan sia-sia.

Apakah penginjilan itu? Ini merupakan hal yang paling mendasar dan tesis yang paling utama dalam Perjanjian Baru bahwa orang-orang akan terhilang tanpa Kristus. Bahwa Juruselamat kita sendiri telah berbicara dengan jelas, dengan sungguh-sungguh, dari tragedi penyangkalan terhadap hal-hal surgawi dari jiwa-jiwa yang sungguh-sungguh berpaling dari tawaran anugerah dan kemurahan Allah. Hal itu sudah disampaikan oleh Simon Petrus yang berkata,” dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita diselamatkan.” (Kis. 4:12). Seperti yang juga ditulis oleh Yohanes, “Dan setiap orang yang namanya tidak tertulis dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.” (Wahyu 20:15). Sekalipun kita percaya secara literal, lautan api yang ada secara fisik ataupun tidak, pengajaran Perjanjian Baru, dan sejarah mengkonfirmasikan, bahwa manusia secara menyedihkan terhilang tanpa Kristus. Setiap kota yang rusak di atas benua, setiap salib putih dalam kuburan militer, dalam suatu cara yang tragis membawa ke dalam hati kita keyakinan yang semula bahwa manusia lebih membutuhkan Allah dan jalan hidup orang Kristen dari pada yang lainnya.

Apakah penginjilan itu? Ini merupakan  suatu perantara kepada orang yang terhilang. Ini merupakan tangisan kesedihan yang mendalam dari Yesus sebagaimana Dia meratapi atas sebuah kota yang terhukum. Ini merupakan tangisan dari Paulus, “Bahkan, aku mau terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudara-saudaraku, kaum sebangsaku secara jasmani” (Roma 9:3). Penginjilan merupakan permohonan hati Musa, “lalu kembalilah Musa menghadap Tuhan dan berkata: ‘Ah bangsa ini telah berbuat dosa besar, sebab mereka telah membuat allah emas bagi mereka. Tetapi sekarang, kiranya engkau mengampuni dosa mereka itu - dan jika tidak hapuslah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kau tulis.” (Kel.32:31-32).

Ini merupakan tangisan dari John Knox, “Berikan saya Skotlandia atau saya mati.” Ini merupakan deklarasi dari John Wesley, “Dunia adalah jemaatku.” Ini merupakan panggilan Wiilliam Carey dengan Alkitabnya di tangannya dan dunia yang terbakar di dalam hatinya. Ini merupakan doa dari Billy Sunday, “Buatlah aku menjadi seorang raksasa bagi Tuhan.” Ini merupakan tangis kesedihan orang tua di saat malam, meratapi anaknya yang sangat dikasihinya. Penginjilan merupakan semangat kasih dari gembala yang mencari domba yang hilang, dari bapa yang berdoa dan menunggu anaknya yang memboros-boroskan hartanya. Ini merupakan rahasia dari sebuah gereja yang besar. Ini merupakan rahasia dari seorang pengkotbah yang hebat dan seorang Kristen yang hebat. Ini merupakan sebuah beban untuk jiwa-jiwa yang terhilang dari manusia yang akan kita bawa ke gereja sebuah kebangkitan seperti yang tidak pernah kita ketahui sejak kepenuhan dalam Roh dalam jemaat Kristus pada hari Pantekosta.

Sampai pada kesudahannya bahwa jemaat kita mungkin dapat diselamatkan, bahwa gereja kita dapat hidup dan berkembang, bahwa Kristus dapat dimuliakan dan dihormati, biarkan kita memberikan seluruh hidup kita untuk tugas utama ini dalam setiap pelayanan yang dipanggil dan setiap gereja yang mempertahankan penginjilan, harapan dari Dunia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

5. HAMBA TANPA NAMA

            Ia seorang kepala bagian rumah tangga di gereja. Setiap hari Jumat dan Sabtu, ia bertugas menjaga agar semua peralatan e...