Dalam Perjanjian Baru, istilah "dipanggil" ('kletos') dan "panggilan" ('klesis') muncul 22 kali. Semuanya menyatakan panggilan Tuhan kepada umat-Nya untuk sesuatu maksud yang rohani. Panggilan- panggilan ini tidak melulu panggilan untuk menjadi seorang pendeta atau missionari, melainkan seluruh jemaat dipanggil oleh Tuhan dimana 'kletos' + kata depan 'ek' = 'ekklesia'. Istilah "ekklesia" muncul dalam Perjanjian Baru sebanyak 115 kali, yang berarti "the called-out ones" dan diterjemahkan sebagai "gereja" Suatu gereja yang didirikan oleh Tuhan pasti terdiri atas individu- individu yang dipanggil oleh Tuhan. Mereka dipanggil ke luar dari keduniawian dan masuk ke dalam Kristus. Segala aktivitas dan cara hidup dlm gereja seharusnya tidak "serupa dengan dunia" (Roma 12:2), melainkan "berpadanan dengan panggilan itu" (Efesus 4:1).
Ada banyak orang yang melayani Tuhan secara "temporary" (sementara). Artinya, kalau ia "senang hati, lancar, banyak berkat, dipuji" maka ia mau melayani Tuhan. Tetapi kalau keadaan memburuk, maka ia tidak lagi berminat untuk melayani. Ini adalah sifat manusia yang egois. Ingatlah bahwa "Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilan- Nya" (Roma 11:29). Panggilan Tuhan bersifat "permanen", bukan "sementara". Yang terakhir, bagaimana kita mengetahui panggilan Tuhan atas diri kita masing-masing?
1. "Berusahalah sungguh-sungguh" (2Petrus 1:10a) untuk mengetahui panggilan Tuhan.
2. "Jikalau kamu melakukannya (taat), kamu tidak akan pernah tersandung" (2Petrus 1:10b).
3. Mintalah (berdoa) ... supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apa yang terkandung dalam panggilan-Nya (Efesus 1:17-18).
4. Semakin kita mengasihi Tuhan, semakin kita meyakini
panggilan Tuhan. Menurut Roma 8:28, "mereka yang
mengasihi Dia" identik dengan "mereka yang terpanggil
sesuai dengan rencana Allah." Maka ketaatan terhadap
perintah Tuhan dan dorongan kasih kepada- Nya itulah
yang mendasari pelayanan kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar