Rabu, 24 Februari 2021

17. “DIPANGGIL UNTUK MENGINJIL”

 Rasul Paulus ingin menunjukan kepada jemaat Yahudi Kristen bahwa keistimewaan sebagai bangsa pilihan tidak membedakan keselamatan mereka dari keselamatan yang dimiliki oleh bangsa lain yang percaya kepada Yesus Kristus. Kasih karunia yang dinyatakan Allah melalui Yesus Kristus terbuka kepada seluruh Israel, bahkan kepada bangsa lain, yang membedakan adalah respon atau tanggapan terhadap kasih karunia tersebut. Tanggapan yang seharusnya lahir dari kesadaran bahwa kita tidak berdaya menyelamatkan diri, selain hanya karena kasih karunia Allah. 

Kasih karunia Allah tidak bergantung dengan sikap manusia. Tetapi kasih karunia Allah tergantung dengan Allah sendiri. Jadi, meskipun kita sudah mengetahui bahwa kita dipilih untuk menerima kasih karunia dan kita telah memperoleh kasih karunia Allah tersebut, bukan berarti bahwa kita dapat hidup dengan seenaknya saja dan tanpa kontribusi yang baik kepada Tuhan. Justru tanggung jawab kita besar dan harus dikerjakan oleh karena kasih karunia yang telah kita peroleh di dalam Kristus Yesus.  

Dengan menyadari bahwa di tengah kegelapan dunia akan selalu ada sebagian kecil orang yang percaya, maka sepatutnya kita tidak boleh berputus asa, melainkan harus terus bergiat dan setia dalam memberitakan Injil. Israel memang adalah umat pilihan Allah. Akan tetapi, mereka telah menyia-nyiakan Injil sehingga tidak dapat menikmati hak sebagai bangsa pilihan. Bangsa yang seharusnya menerima berkat besar, kini tidak mendapatkan apa pun. Sebaliknya, bangsa lain yang sebenarnya tidak mendapatkan bagian dari berkat itu, sekarang justru sedang menikmatinya. 

Yakinlah bahwa bagaimanapun jahatnya dunia, pasti akan selalu ada orang yang mengaku dan percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat! “Maka aku bertanya: Adakah Allah mungkin telah menolak umat-Nya? Sekali-kali tidak! Karena aku sendiripun orang Israel, dari keturunan Abraham, dari suku Benyamin”. (Roma 11 : 1). “Penyerahan kepada Allah haruslah merupakan hal yang praktis dan dihidupkan; bukan teori untuk dibicarakan, tetapi sebuah prinsip yang berkaiatan dengan pengalaman kita.” Ellen G. White, Our High Calling, hal. 243.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

5. HAMBA TANPA NAMA

            Ia seorang kepala bagian rumah tangga di gereja. Setiap hari Jumat dan Sabtu, ia bertugas menjaga agar semua peralatan e...