Ada sebuah alasan bagi pertumbuhan dari sebuah gereja yang besar. Alasan tersebut adalah penginjilan; penginjilan di atas mimbar, penginjilan dalam Sekolah Sabat, penginjilan di dalam kita, di dalam Negara. Penginjilan, merupakan jiwa dan semangat dari setiap organisasi dan usaha gereja. Ketika gereja memiliki penginjilan, mereka telah bertumbuh. Ketika mereka gagal untuk memenangkan jiwa-jiwa, mereka telah tidak dapat menghindari kematian dan sekarat. Dalam sebuah kesempatan dalam kunjungan terakhir Dr. Rushbrooke ke Amerika, saya bertanya mengapa denominasinya di salah satu negara yang terbesar di dunia mati secara perlahan-lahan. Dia menjawab, “Hal itu disebabkan oleh karena mereka telah kehilangan semangat penginjilan.” Sebagaimana nafas bagi tubuh manusia, sama seperti penginjilan bagi gereja. Sebagimana warna dan keharuman bagi bunga, sebagaimana air bagi laut, sebagaimana tenaga bagi mesin, seperti itulah penginjilan bagi gereja.
Gereja-gereja yang lain mungkin hidup berdasarkan aliansi
politik mereka dan menjadi kuat karena dukungan dari institusi
Negara yang mendukung mereka, tetapi gereja-gereja yang
independen, termasuk yang tidak diakui, harus selalu mengingat
bahwa penginjilanlah yang membuat kita dan penginjilan itu
sendiri yang dapat menjamin kita. Akan ada sebuah penghakiman
dari Allah terhadap kita jika kita gagal terhadap hal yang paling vital
ini. “Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh!
Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan.
Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan
mengambil kaki dianmu dari tempatnya jika engkau tidak
bertobat…. Siapa yang bertelinga hendaklah ia mendengar apa yang
dikatakan roh kepada jemaat-jemaat.” (Wahyu 2:5,7).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar