Senin, 22 Februari 2021

9. “KABAR BAIK”

 Kata dasar Injil adalah kabar baik. Injil adalah kabar baik atau kabar sukacita. Ini bukanlah ancaman, jika tidak percaya diancam masuk neraka. Justru beritakanlah dengan sukacita, bahwa kita tidak perlu melakukan apapun untuk bisa diselamatkan, itu pemberian. Tidak perlu harus potong korban dulu, tidak perlu pelayanan dulu. Dengan menerima Yesus, kita layak hidup sebagai anggota kerajaan Allah. Dalam Lukas 10:8 dijelaskan Kerajaan Allah sudah dekat dan hal ini bicara tentang pemerintahan Allah. Bagi orang yang tidak taat, memang nampaknya mengerikan, karena tidak mentaati berarti dihukum. Sebaliknya, bagi yang melakukan, pemerintahan Allah bicara tentang kelimpahan, bagian-bagian yang seharusnya menjadi milik kita, kita dapat terima. Mari kita ubah pola pikir kita. Injil bukanlah ancaman, tapi berita sukacita. Wajah kita pun dengan bersukacita.

Banyak cara untuk memulai penginjilan. Tidak selalu harus dengan kalimat nanti mati masuk mana. Lihat pola yang Yesus ajarkan, pekabaran injil diikuti dengan doa kesembuhan. Dalam Roma 10:13-15, Firman Tuhan katakan di ayat 15, betapa indahnya orang yang membawa kabar baik. Tidak perlu takut. Kita takut menginjili, bisa jadi karena pengalaman ditolak. Ditolak itu mendewasakan kita, supaya kita banyak belajar dan berubah dalam Tuhan. Penting sekali untuk mempercayakan hidup kita pada Tuhan.

Pastikan kita mendengar baik-baik, kemana Tuhan mengutus kita pergi. Biar tergenapi Firman yng berkata, raja-raja akan datang untuk belajar pada kita.Persiapkan diri kita untuk menjadi orang besar, karena Roh yang ada dalam kita lebih besar daripada rh yang ada di dunia. Dalam Roma 1:16-17, dijelaskan Injil punya kuasa untuk menyelamatkan orang dari kebinasaan. Berjalanlah dengan tegak. Karena berita yang kita sampaikan punya kuasa. Kekuatan injil ini berlaku buat semua orang dari latar belakang apapun. Tidak perlu khawatir dan takut lagi

Dalam 1 Tesalonika 1:5-6 di jelaskan bahwa, Injil memiliki kepastian dan kokoh. Janganlah ragu-ragu memberitakan injil. Seorang sales yang menjual produknya dengan ragu-ragu, sama halnya sales itu tidak percaya dengan produk yang dijualnya. Petrus memberitakan injil dengan penuh keyakinan dan keteguhan hati sehingga 3000 orang memberi diri untuk bertobat. Marilah kita mengabarkan injil, bukan karena keharusan, tapi karena hati yang berkobar-kobar untuk memberitakan injil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

5. HAMBA TANPA NAMA

            Ia seorang kepala bagian rumah tangga di gereja. Setiap hari Jumat dan Sabtu, ia bertugas menjaga agar semua peralatan e...