Seorang pendeta muda yang melayani di sebuah distrik yang terdiri dari tiga jemaat, jarak antara rumah pastori ke jemaat terdekat sekitar 20 kilometer, untuk pelayanan yang maksimal ia putuskan satu bulan satu kali ia harus menginap di jemaat-jemaat itu untuk program renungan pagi dengan anggota-anggota jemaatnya.
Ia mulai dari jemaat A semua berjalan lancar, jemaat B semua juga normal, tetapi ketika ia tiba di jemaat C untuk rumah yang kedua ia kaget karena ada sesuatu yang unik terjadi begini dialoknya:
Pendeta : mengetuk pintu- tok-tok
Tuan rumah : Siapa ya? (suara ibu rumah itu)
Pendeta : Saya pendeta.
Tuan rumah : Sebentar, tiba-tiba terdengar suara laki-laki (suaminya) menggangu saja.
Sementara pendeta itu menunggu pintu dibukakan, ia sempat berpikir, saya datang kemari berjuang oleh karena dikejar-kejar oleh anjing-anjing rabies, jalan kaki, kok sambutannya seperti ini, lebih baik tadi saya ke rumah yang lain saja. Dasar orang yang tidak setia, memang keluarga ini sangat jarang ke gereja.
Sementara pendeta masih melamun pintu rumah itu dibuka ngeeekkk maklum rumah sederhana beratapkan Lalang, dan pendeta dipersilahkan masuk:
Ibu rumah : Ada apa ya pendeta kok datangnya pagi sekali.
Pendeta : Saya datang untuk renungan pagi Bersama di sini.
Ibu rumah : ohhh , baik pendeta, sebentar ya?
Kemudian si ibu masuk Kembali dan membangunkan anakanaknya agar kami bisa renungan pagi Bersama, pendeta melihat jam yang ditangannya sudah pukul enam lewat lima belas menit, bahkan di luar sudah kelihatan terang.
Singkat cerita terjadilah renungan pagi di rumah itu, renungan pagi tanpa suaminya sebab ia tidak mau bangun, dan pendeta dapat melihat bahwa mereka sangat jarang mengadakan kebaktian keluarga sehingga sangat kaku dirumah itu. Setelah selesai renungan pagi pendetapun pamit dan pulang.
Bapak ibu sudara-saudariku yang dikasihi Yesus, Alkitab menyatakan: Mazmur 5:4 “TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu.” Mazmur 88:14 Tetapi aku ini, ya TUHAN, kepada-Mu aku berteriak minta tolong, dan pada waktu pagi doaku datang ke hadapan-Mu.”
Kebutuhan kita yang paling mendasar dalam kehidupan ini adalah hidup didalam Tuhan, boleh jadi kita tidak punya kesempatan untuk menginjil di luar rumah kita, tetapi rumah kita adalah ladang penginjilan yang paling subur, jangan biarkan anak-anakmu dan semua anggota keluarga memulai hari itu tanpa Tuhan, sebab Tuhan menunggu anda dengan segudang berkat, jadilah orang pertama di dunia ini yang memanggil Tuhan pada pagi hari. Tuhan Yesus memberkati kita sekalian.
Ingatlah bahwa ada pilihan, pihan untuk hidup kekal dan mati kekal, dimanakah anda dan saya berada?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar