“Karena pemberitaan Injil inilah aku menderita, malah dibelenggu seperti seorang penjahat, tetapi firman Allah tidak terbelenggu. Karena itu aku sabar menanggung semuanya itu bagi orang-orang pilihan Allah, supaya mereka juga mendapat keselamatan dalam Kristus Yesus dengan kemuliaan yang kekal.” (.” (2 Tim 2:9-10).
Paulus menghubungkan antara pelayanannya sebagai pengabar Injil sekaligus penderitaan, ia harus alami, karena satu alasan yang jelas, bahwa Allah telah memilih orang pilihanNYa untuk mendapatkan keselamatan dalam Kristus Yesus. Paulus bersabar di dalam segala penderitaannya, karena adanya kepastian maka:
1. Ia mempunyai keberanian untuk menyatakan bahwa Injil adalah KEKUATAN ALLAH.
2. Misi menyelamatkan manusia, menempati tempat utama dalam penginjilan, karena itu kita menginjili yoh 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
3. Injil akan menjadi seperti memberikan kesempatan ke-2 kepada manusia, karena yang pertama manusia telah gagall jatuh dalam dosa (Rom 3:10) seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. Penginjilan Kristen BUKAN mengabarkan kekristenan sebagai agama yang paling benar. Penginjilan BUKAN bertujuan meng-KRISTENkan seseorang. Penginjilan Kristen adalah menyatakan bahwa kita semua TELAH JATUH DALAM DOSA, hanya Allah yang benar.Kita membutuhkan anugerah Allah. Agama BUKAN syarat keselamatan. Orang percaya DIKENAL dan DISEBUT Kristen karena mereka adalah pengikut Kristus Kis 11:26. Agama Kristen bertujuan memuridkan orang percaya sesuai amanat agung Tuhan Yesus. Agama Kristen bukan bertujuan menghakimi agama lain dan orang yang belum percaya. Agama Kristen adalah Wadah Kesaksian orang percaya, bukan Wadah Pengadilan untuk memisahkan orang percaya sejati maupun tidak sejati.
Dalam Lukas 14:25-33, Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka: "Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat angga-ran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu? Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia, sambil berkata: Orang itu mulai mendi-rikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya. Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang? Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian. Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar