Selasa, 21 Juni 2022

56. "Indra Penginjilan"

 Allah memanggil orang Kristen untuk menjadi saksi hidup
dan menyatakan kasih Allah dalam Yesus Kristus kepada dunia. Allah telah mengaruniakan indra kepada manusia dan melalui kelima indra manusia itu Injil dapat diberitakan, diantaranya:

Pertama, Indra pendengaran. “… iman timbul dari
pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” (Roma 10:17). Injil harus diberitakan supaya orang-orang bisa mendengarnya. Pemberitaan yang diekspresikan dalam kasih agar tidak menjadi sia-sia seperti ‘gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing’ (1 Korintus 13:1). Memulai percakapan penginjilan, melakukan Pendalam Alkitab penginjilan, menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sulit dan sebagainya. Kita perlu
mengundang dan mendorong teman-teman kita untuk mendengar Firman Allah di Care Group, di KKR, dan sebagainya.

Kedua, Indra pengecap. “Kamu adalah garam dunia. Jika
garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.” (Matius 5:13) Tuhan Yesus mengatakan bahwa murid-murid-Nya adalah garam. Garam dipakai sebagai pengawet, maka orang Kristen berfungsi untuk menekan kejahatan dan ‘mengawetkan’ kebaikan dalam dunia ini. Garam juga digunakan sebagai sebuah ekspresi untuk
kemurnian, sebagai peningkat rasa. Orang Kristen berfungsi sebagai menambah rasa pada kehidupan. Komunitas Kristen seharusnya menjalani sebuah hidup yang mewujudkan karakter Kristus.

Ketiga, Indra penglihatan. Yesus mengatakan, “Kamu
adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka
melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Matius 5:14-16). Terang berfungsi untuk menerangi, memberi bimbingan, mengingatkan kita akan bahaya. Kita datang sebagai terang ke dalam dunia yang gelap karena dosa. Oswald 
Chambers mengatakan bahwa menjadi terang berarti menjadi orang Kristen yang menyolok, mengizinkan orang banyak melihat iman kita. Terang mewujud melalui perbuatan kasih yang terlihat.”

Keempat, Indra peraba. “… Aku berkata kepadamu,
sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku” (Matius 25:40). Tuhan Yesus menegaskan bahwa kita perlu menggunakan indra peraba untuk melayani kebutuhan manusia. Kita dipanggil untuk menjadi tangan belas kasihan Allah kepada dunia dan manusia yang sedang terluka. Tuhan Yesus mengatakan, “semua sentuhan dan pelayanan yang kamu lakukan bagi salah seorang yang paling hina ini, kamu sedang menyentuh Aku.”

Kelima, Indra penciuman. Rasul Paulus mengatakan,
“Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana. Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka
yang binasa. Bagi yang terakhir kami adalah bau kematian yang mematikan dan bagi yang pertama bau kehidupan yang menghidupkan. Tetapi siapakah yang sanggup menunaikan tugas yang demikian?” (2 Kor 2:14-16). Ia mengajarkan bahwa kita harus menjadi bau yang harum dari Kristus, baik dalam perilaku, sikap, kebiasaan kerja, relasi, pelayanan terhadap orang lain. Semuanya
harus menyebar laksana parfum yang menyenangkan.
Namun jangan lupa bahwa bau harum kita tidak selalu
diterima dengan baik. Bagi sebagian orang, kita adalah ‘bau kematian’ karena perilaku kita yang seperti Kristus membuat mereka merasa dihakimi. Menjadi bau harum dari Kristus dalam dunia berarti berkarya nyata yang dapat meninggalkan bau kasih Kristus sehingga orang lain bisa merenungkannya. Roh Kudus memberi kita kuasa untuk menjadi saksi. Karena itu kita perlu menjadi saksi yang lengkap dengan memanfaatkan semua indra
yang ada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

5. HAMBA TANPA NAMA

            Ia seorang kepala bagian rumah tangga di gereja. Setiap hari Jumat dan Sabtu, ia bertugas menjaga agar semua peralatan e...