Hai para ibu bapa, engkau memikul segala kewajiban yang orang lain tidak dapat memikul bagimu. Selama kamu masih hidup, kamu bertanggung jawab kepada Allah supaya memeliharakan jalanNya ....Para ibu bapa yang menjadikan sabda Allah itu penuntunnya, dan menyadari betapa bergantungnya pembentukan tabiat anakanaknya kepada mereka, akan memberikan suatu teladan yang akan selamat untuk diikuti anakanak mereka.
Para ibu bapa bertanggung jawab untuk kesehatan, keadaan jasmani, serta perkembangan tabiat anakanak mereka. Tidak dapat pekerjaan ini dipindah kepada siapa pun. Untuk menjadi ibu bapa kepada anakanak, kamu harus kerja sama dengan Tuhan dalam mendidik anakanak itu dalam prinsipprinsip kesehatan.
Betapa menyedihkan karena banyak ibu bapa membiarkan begitu saja tanggung jawab kepada anakanak yang diberikan Allah kepada mereka, dan relakan kepada orangorang asing menikul tanggung jawab itu bagi mereka! Mereka suka supaya orangorang lain harus bekerja bagi anakanak mereka dan membebaskan mereka dari segala pikulan dalam masalah itu.
Banyak orang yang meratapi pendurhakaan anakanaknya sekarang, yang seharusnya mereka sendirilah yang dipersalahkan. Biarlah orangorang itu memandang kepada Alkitabnya sendiri dan periksa apa yang diperintahkan Allah kepada mereka sebagai ibu bapa dan pengawas. Biarlah mereka memikul segala kewajiban mereka yang sudah lama dilalaikan itu. Mereka perlu merendahkan diri dan bertobat di hadapan Allah karena kelalaian mereka untuk menurut petunjukpetunjuk demi pendidikan anakanak mereka. Mereka perlu mengubah arah perbuatan mereka serta mengikuti isi Alkitab dengan tegas dan teliti sebagai penuntut dan penasihat mereka.
Þ Pelajari lebih lanjut dalam buku Rumah Tangga Advent pasal 29.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar