Rabu, 22 Juni 2022

9. "Kewajiban Ibu Bapa yang Tidak Dapat Dipikul oleh Orang Lain"

Hai para ibu bapa, engkau memikul segala kewajiban yang orang lain tidak dapat memikul bagimu. Selama kamu masih hidup, kamu bertanggung jawab kepada Allah supaya memeliharakan jalan­Nya ....Para ibu bapa yang menjadikan sabda Allah itu penuntunnya, dan menyadari betapa bergantungnya pembentukan tabiat anak­anaknya kepada mereka, akan memberikan suatu teladan yang akan selamat untuk diikuti anakanak mereka.

Para ibu bapa bertanggung jawab untuk kesehatan, keadaan jasmani, serta perkembangan tabiat anak­anak mereka. Tidak dapat pekerjaan ini dipindah kepada siapa pun. Untuk menjadi ibu bapa kepada anak­anak, kamu harus kerja sama dengan Tuhan dalam mendidik anakanak itu dalam prinsip­prinsip kesehatan.

Betapa menyedihkan karena banyak ibu bapa membiarkan begitu saja tanggung jawab kepada anak­anak yang diberikan Allah kepada mereka, dan relakan kepada orang­orang asing menikul tanggung jawab itu bagi mereka! Mereka suka supaya orang­orang lain harus bekerja bagi anak­anak mereka dan membebaskan mereka dari segala pikulan dalam masalah itu.

Banyak orang yang meratapi pendurhakaan anak­anaknya sekarang, yang seharusnya mereka sendirilah yang dipersalahkan. Biarlah orang­orang itu memandang kepada Alkitabnya sendiri dan periksa apa yang diperintahkan Allah kepada mereka sebagai ibu bapa dan pengawas. Biarlah mereka memikul segala kewajiban mereka yang sudah lama dilalaikan itu. Mereka perlu merendahkan diri dan bertobat di hadapan Allah karena kelalaian mereka untuk menurut petunjuk­petunjuk demi pendidikan anakanak mereka. Mereka perlu mengubah arah perbuatan mereka serta mengikuti isi Alkitab dengan tegas dan teliti sebagai penuntut dan penasihat mereka.

Þ Pelajari lebih lanjut dalam buku Rumah Tangga Advent pasal 29.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

5. HAMBA TANPA NAMA

            Ia seorang kepala bagian rumah tangga di gereja. Setiap hari Jumat dan Sabtu, ia bertugas menjaga agar semua peralatan e...